14 C
New York
Saturday, May 2, 2026

Buy now

Indonesia dan Rusia Kerjasama Digital, 5G dan IoT Prioritasnya!

TEKNOBUZZ – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin menyaksikan langsung langkah strategis Indonesia dalam memperluas kerjasama digital dengan Rusia seperti dikutip situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Momentum ini ditandai melalui pertukaran dokumen kerja sama bilateral di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, termasuk Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI dan Kementerian Pengembangan Digital Rusia.

“Indonesia dan Rusia sepakat membentuk Sub-Komite Khusus sebagai penggerak utama program digital bersama. Kerjasama ini akan mencakup pelatihan SDM, pertukaran teknologi, hingga produksi konten digital kolaboratif,” ungkap Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid seperti dikutip di situs resmi Kemkomdigi.

Cakupan Kerja Sama: Dari 5G hingga Keamanan Siber

MoU yang ditandatangani mencakup berbagai sektor strategis seperti pengembangan jaringan 5G, tata kelola spektrum frekuensi radio, hingga penguatan keamanan siber. Kerja sama ini juga mendorong pertukaran riset, seminar bilateral, serta pengembangan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan konektivitas nasional.

Menurut Meutya, Rusia dipilih sebagai mitra karena keberhasilannya menghadirkan layanan internet cepat dan terjangkau untuk 92 persen warganya.

“Tarif broadband di Rusia yang hanya sekitar Rp95.000–Rp160.000 menjadi inspirasi kami dalam menjangkau wilayah 3T di Indonesia,” jelasnya.

Kerjasama digital Indonesia dan Rusia ini merupakan bagian dari empat nota penting yang dipertukarkan di hadapan kedua kepala negara, termasuk kerja sama pendidikan tinggi, transportasi lintas negara, dan investasi oleh Badan Pengelola Investasi DANANTARA. Seluruh nota ini diperkuat oleh penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia dan Rusia.

“Diplomasi digital Indonesia kini bergerak nyata. Kami ingin hasil konkret yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam lanskap digital dunia,” tegas Meutya.

EDGNEX Investasi Rp37 Triliun, Dorong Ekosistem Data Center Nasional

Tak hanya fokus pada kerja sama bilateral, Komdigi juga menyambut baik investasi besar senilai Rp37 triliun dari EDGNEX, perusahaan asal Dubai, untuk pembangunan pusat data berskala besar di Cikarang, Jawa Barat.

“Ini sinyal positif atas kepercayaan global terhadap ekosistem digital Indonesia,” kata Meutya dalam kunjungannya di Rusia, 19 Juni 2025.

Proyek ini ditargetkan selesai tahap awal pada 2026 dan akan berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pusat data nasional dari 290 MW menjadi 900 MW di akhir 2025. Meutya menyebutkan, “Peningkatan cepat ini harus terus dipercepat agar Indonesia bisa menjadi digital data hub utama di Asia Tenggara.”

Kemkomdigi juga menekankan pentingnya dampak sosial dari setiap investasi. “Kami dorong agar investasi besar seperti EDGNEX juga mendukung digitalisasi UMKM dan pemanfaatan AI di sektor strategis seperti pangan, perikanan, dan kesehatan,” jelas Meutya.

Dengan nota kesepahaman yang berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang otomatis, fondasi jangka panjang bagi transformasi digital Indonesia kini semakin kokoh. Pemerintah pun membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi yang memperkuat kepentingan nasional dan menciptakan ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles