TEKNOBUZZ – Hingga akhir tahun 2024 jumlah pemain judi online (judol) diprediksi akan terus bertambah hingga menembus angka 11 juta orang.
Hal tersebut diungkapkan Deputi Analisis dan Pemeriksaan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Danang Tri Hartono yang menyebutkan bahwa masyarakat yang terjerat judol pada tahun 2023 jumlahnya 3,4 juta. Namun, angka itu naik drastis di tahun berikutnya.
“Kuartal kemarin itu sudah teridentifikasi sekitar 8,4 juta dan mungkin sampai nanti akhir tahun kurang lebih bisa di atas 11 juta pemain,” ungkap Danang dalam diskusi panel Forwat x Dana “Memutus Mata Rantai Judi Online Demi Ekosistem Digital yang Sehat”.
Tumbuh suburnya pemain judol Indonesia ini, kata Danang dikarenakan deposit yang ditawarkan oleh para bandar semakin murah. Hal itu yang membuat perputaran transaksi judol kian fantastis dari waktu ke waktunya.
“Pada tahun 2024 ini saja kami identifikasi deposit masyarakat Rp 34 triliun. Katakanlah untuk operasional, untuk bayar kemenangan 10% itu Rp 30 triliun lebih,” kata Danang.
Lebih lanjut, Danang menambahkan, hingga kuartal tiga tahun 2024 itu total uang yang dihabiskan masyarakat untuk main judol mencapai Rp 43 triliun atau naik Rp 9 triliun dibandingkan Desember 2023. Dengan potensi keuntungan besar itu, maka tidak heran kalau bandar judi online itu terus membanjiri dan menjerat masyarakat Indonesia.
Baca juga: Pengamat: Judi Online Sulit Diberantas, Ini Penyebabnya
“Bisa dibayangkan uang segitu, katakanlah untuk operasional, jual-beli rekening, admin, beri pancingan kemenangan, 10% saja, saya yakin di bawah itu. Bisa dibayangkan betapa besarnya,” jelasnya.
Berbicara polanya, PPATK melihat tren transaksi judol kali ini menyesuaikan dengan perkembangan industri dan juga antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah. Tahun 2023 deposit paling banyak berada di perbankan, transfer, lalu bergeser ke e-wallet yang juga meningkat.
“Tapi begitu di situ mulai gencar dilakukan penghentian, pemblokiran oleh OJK, BI, mereka pindah sekarang yang trennya, e-wallet saya yakin turun, sekarang geser ke merchant aggregator, yaitu QRIS dan juga pulsa operator. Kami menemukan puluhan ribu QRIS untuk deposit judi online,” pungkasnya.


