25.5 C
New York
Thursday, April 16, 2026

Buy now

Platform Crowdfunding Masih Punya Masa Depan di Indonesia

TEKNOBUZZ – Platform Crowdfunding, sebagai pendekatan pendanaan untuk berbagai proyek atau unit bisnis, serta donasi untuk sosial kemanusiaan telah menjadi fenomena yang melibatkan partisipasi luas dari masyarakat.

Bahkan Crowdfunding telah menjadi kekuatan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia, memberikan peluang baru bagi para pelaku usaha, kreator, dan inovator untuk menggalang dana dengan cara yang inklusif dan transparan.

Dengan kerja sama antara pemerintah, platform crowdfunding, dan komunitas investor, potensi crowdfunding sebagai instrumen pembiayaan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di Indonesia dapat lebih maksimal.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengungkapkan bahwa saat ini, potensi platform crowdfunding masih besar.

Apalagi jika tujuannya adalah sosial, seperti kebencanaan, kesehatan dan pendidikan. Menurut Rudiantara yang saat ini aktif di berbagai kegiatan seperti fintech, startup dan kegiatan sosial lainnya, hadirnya platform-platform crowdfunding ini bisa membawa manfaat.

“Kalau saya lihat, makin banyak crowdfunding, berbasis teknologi makin bagus. Karena kan itu sektor informal ya, yang formal kan, kalau untuk pendidikan ada dari pemerintah dan APBN, tapi dengan crowdfunding kita bisa gotong royong. Jadi nggak hanya pemerintah saja, masyarakat juga bisa ikutan,” jelas Rudiantara.

Manfaat lainnya dari kehadiran platform crowdfunding selain bisa membantu untuk berbagai sektor seperti kemanusiaan dan pendidikan, menurut Rudiantara juga bisa membantu masyarakat yang kurang mampu untuk meningkatkan literasi.

“Ya crowdfunding itu kan urun dana ya, jadi untuk tujuan apa. Kebanyakan kan sosial, tapi bisa lebih jauh juga, awalnya sosial, tapi bisa juga sekarang untuk meningkatkan literasi masyarakat, misalnya keuangan, dan lain-lain,” lanjut Rudiantara.

Dalam kesempatan yang sama, Vikra Ijas, CEO Kitabisa menyampaikan bahwa, memang ada beberapa hal yang harus mejadi perhatian seperti adanya penyalahgunaan dan tatakelola yang kurang baik. Oleh karenanya Kitabisa disampaikan Vikra terus berbenah memperbaiki tatakelola dan transparansi dari pengelolaan dana yang berhasil dikumpulkan.

“Kitabisa sebagai platform menyediakan transparansi dan keterbukaan sehingga siapapun bisa melihat, siapa yang menggalang dana dan dicairkan kemana saja,” ungkap Vikra.

Adapun penggalabgan dana yang dilakukan dalam platform Kitabisa disampaikan Vikra paling banyak berupa bantuan medis dan kesehatan. Di luar itu Kitabisa disampaikannya sedang mendorong program-program yang berkelanjutan seperti Bisa Project 2024.

BISA Project

BISA Project merupakan program pendidikan berkelanjutan dengan mengusung prinsip kolaborasi pendanaan sejingga korporasi, lembaga, dan masyarakat bisa ikut mensponsori pelaksanaan program ini

Dalam program Kitabisa berkolaborasi dengann LAZNAS Salam Setara memberikan persiapan masuk kuliah untuk pelajar kurang mampu. LSebanyak 88 dari 128 peserta berhasil lulus tes seleksi masuk universitas negeri seperti Ul, UGM, ITB, IPB, Brawijaya, Airlangga, UNS, UNDIP, 1TS, dan UP] Bandung.

BISA Project memberikan pendampingan persiapan masuk kuliah secara online dan offline kepada pelajar dari berbagai kota Indonesia dari keluarga kurang mampu.

Dari 2.000 peserta yang mendaftar, terpilih 128 peserta untuk mengikuti program ini. Para peserta diberikan pembinaan, akses ke platform belajar online, intensive camp hingga bantuan kuota internet untuk belajar sejak bulan Januari hingga Juli 2024. :

“Alhamdulillah, hari ini kami dengan bangga mengumumkan kelulusan adik-adik peserta BISA Project. Ini program pendampingan belajar pertama kali yang kami buat bersama Kitabisa yang sejalan dengan komitmen SDGs ke-4, yaitu pendidikan berkualitas,” ujar Direktur Eksekutif LAZNAS Salam Setara Ahmad Mujahid.

Adapun_ kolaborator pendanaan program ini adalah Beasiswa Jalin Cita, Jonatan Christie (Atlet Pebulu Tangkis Nasional), Zakat Perusahaan dari PT Maskapai Reasuransi Indonesia (Marein), dan Donasi dan Zakat dari masyarakat melalui platform Kitabisa.

Sedangkan dalam pelaksanaannya, BISA Project juga berkolaborasi dengan platform belajar Skolla EdTech dan Brillian Academy.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles