TEKNOBUZZ – Dompet digital DANA mengumumkan daftar pemenang Program SisBerdaya dan DisBerdaya 2024 yang diinisiasi bersama Ant International.
Dalam penganugerahan ini DANA menobatkan enam Pemenang Utama dan 24 Pemenang Unggulan dari program SisBerdaya 2024. Selain itu, rangkaian program DisBerdaya juga menobatkan lima Pemenang Utama.
Pemenang Utama SisBerdaya 2024 Kategori Ultra-Mikro dari Area 1 yang mewakili Indonesia Barat adalah Febrina Bayurini dengan usaha Kesuma Indonesia. Sementara pemenang untuk Area 2 yang mewakili Indonesia Timur adalah Putu Ary Dharmayanti dengan usaha BaliBell. Pemenang untuk Area 3 yang mewakili Jabodetabek adalah Tries Yuliany Fransiska dengan usaha Tries Hands.
Lebih lanjut, untuk Kategori Mikro dari Area 1 yang mewakili Indonesia Barat adalah Bella Amanda Iswahudi dengan usaha Quision. Pemenang untuk Area 2 mewakili Indonesia Timur adalah Kurnia Mariatul Qiftih dengan usaha Mariqi Coklat Chococawa, dan Pemenang untuk Area 3 mewakili Jabodetabek adalah Ratih Purwaningsih dengan usaha Selesa Handicraft. Adapun Juara Pertama DisBerdaya 2024 adalah Maria Goretti Yulias Soeyatiani Putri dengan usaha Egoamote.
Olavina Harahap, Director of Communications DANA Indonesia mengatakan, dedikasi dan usaha para finalis, program SisBerdaya dan DisBerdaya 2024 beras l mencetak pemenang-pemenang baru yang luar biasa hebat.
Dalam waktu yang relatif singkat, disamoaikan Olivia, selama 2,5 bulan seluruh UMKM perempuan maupun wirausahawan perempuan penyandang disabilitas mampu menyerap ilmu yang beragam dan mempersiapkan rencana usaha yang jauh lebih matang bagi bisnisnya.
“Semoga program SisBerdaya dan DisBerdaya 2024, bisa benar-benar berdampak positif dalam mewujudkan usaha yang berkelanjutan dan ikut menginspirasi UMKM-UMKM perempuan lainnya agar lebih berdaya,” harap Olivia.
Pendaftaran program SisBerdaya 2024 telah dibuka sejak bulan 29 Juli lalu. Antusiasme UMKM perempuan di seluruh Indonesia akan kembalinya program ini, ikut ditandai dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 1.800 orang.
Sementara pada rangkaian program DisBerdaya 2024, terdapat 37 pendaftar yang merupakan UMKM perempuan penyandang disabilitas di bawah naungan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).
Selanjutnya, para pendaftar disaring menjadi 195 finalis untuk berhak mengikuti pendampingan intensif secara daring. Sebanyak 30 peserta yang memenuhi syarat akan masuk tahapan berikutnya, berupa pendampingan dan pelatihan keterampilan selama satu bulan, oleh pakar professional dan praktisi dari mitra-mitra program.
Program SisBerdaya tahun ini semakin berwarna dengan latar belakang usaha yang semakin beragam. Sekitar 48 persen dari peserta adalah para pelaku usaha kuliner. Ada pula UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan, busana, kecantikan, hingga agribisnis.
Untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam, DANA dan Ant International telah menyiapkan kurikulum yang komprehensif. Mulai dari materi dasar seperti manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), pengemasan produk, hingga materi khusus seperti sertifikasi bisnis (Halal dan ISO) hingga ekspor produk.
Di akhir program, seluruh finalis memasuki masa penjurian. Para finalis diharuskan tampil dengan mempresentasikan proposal bisnisnya kepada juri-juri di bidangnya, seperti perwakilan DANA, Ant International, Kementerian Koperasi dan UMKM, Women’s World Banking, hingga UMKM seperti Sancraft dan aktivis disabilitas, Jaka Anom Ahmad Yusuf.
Baca juga: Hasil Riset: 93% UMKM Alami Peningkatan Produktivitas dengan DANA
Seluruh finalis dinilai berdasarkan kriteria seperti permasalahan yang diselesaikan oleh bisnis mereka, rencana pengembangan bisnis, strategi promosi, perencanaan keuangan, pemanfaatan teknologi, dan target perkembangan bisnis dalam lima tahun.
Lebih dari sekedar rencana bisnis, para finalis juga membagikan cerita dan impian yang mampu menginspirasi banyak orang untuk percaya bahwa usaha miliknya dapat berdampak besar.
“UMKM perempuan dalam program SisBerdaya dan DisBerdaya 2024, telah membuktikan bahwa peran perempuan tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dengan akses yang lebih inklusif dan dukungan ekosistem yang kuat, mereka juga mampu meningkatkan kesejahteraan finansialnya, mengembangkan usahanya, serta berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian negaranya,” pungkasnya.


