23.1 C
New York
Thursday, October 15, 2026

Buy now

Galva Technologies Siapkan 8 Solusi Teknologi untuk Dorong Transformasi Rumah Sakit Cerdas

TEKNOBUZZ – Transformasi digital rumah sakit tidak cukup hanya dengan mengadopsi perangkat medis modern. Integrasi sistem informasi, pengelolaan dokumen, keamanan, hingga pemantauan operasional menjadi bagian penting untuk membangun layanan kesehatan yang lebih efisien dan berorientasi pada pasien.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Galva Technologies Tbk (GTC) memperkuat portofolio solusi teknologi untuk mendukung pengembangan Smarter Hospital Ecosystem di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan delapan kategori solusi yang mencakup berbagai kebutuhan digitalisasi rumah sakit, mulai dari teknologi medis berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga aplikasi layanan pasien.

Delapan kategori tersebut meliputi AI Medical Technology, Intelligent Document Solutions, Inpatient Care, Safe Hospital, Patient Experience, Command Centre, Corporate Wellness, dan SuperApp.

Rangkaian solusi ini diperkenalkan GTC melalui partisipasinya dalam Hospital Expo 2026 dengan tema “Towards a Smarter Hospital Ecosystem”. Pendekatan yang ditawarkan menitikberatkan pada keterhubungan berbagai sistem agar teknologi dapat mendukung operasional rumah sakit secara menyeluruh.

Integrasi Sistem Jadi Tantangan Digitalisasi Rumah Sakit

Dalam pengembangan rumah sakit cerdas atau smart hospital, tantangan tidak hanya terletak pada pemilihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan mengintegrasikan sistem yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pelayanan.

Penerapan teknologi yang tepat dan saling terhubung berpotensi menyederhanakan proses registrasi, memperbaiki alur informasi, serta meningkatkan visibilitas terhadap operasional rumah sakit. Dengan demikian, digitalisasi tidak berjalan sebagai proyek terpisah, melainkan menjadi bagian dari proses peningkatan efisiensi layanan.

Head of Sales Smart Solutions Health Service PT Galva Technologies Tbk, Irwin Supriyanto, mengatakan sektor kesehatan membutuhkan pendekatan berbasis ekosistem untuk menjawab kebutuhan operasional yang semakin kompleks.

“Menjawab kebutuhan sektor kesehatan yang semakin kompleks dunia kesehatan sekarang ini membutuhkan pendekatan ekosistem dalam pengembangan Smart Hospital di Indonesia. Untuk itu pelaku industri ini perlu mengintegrasikan perspektif AI, infrastruktur digital, patient experience, dan intelligent solutions sehingga digitalisasi bisa terwujud secara seamless untuk rumah sakit yang lebih cerdas dan terhubung,” ujar Irwin.

Pendekatan tersebut menempatkan integrasi sebagai elemen penting dalam pemanfaatan teknologi kesehatan. Selain mendukung proses digital, keterhubungan antarsistem juga dibutuhkan untuk membantu koordinasi dan pengelolaan informasi di lingkungan rumah sakit.

Delapan Kategori Solusi untuk Berbagai Kebutuhan Rumah Sakit

Portofolio GTC mencakup delapan kategori solusi yang menyasar kebutuhan berbeda dalam ekosistem rumah sakit. AI Medical Technology berfokus pada teknologi medis berbasis kecerdasan buatan, sedangkan Intelligent Document Solutions menyasar pengelolaan dokumen dan informasi.

Kategori lainnya meliputi Inpatient Care untuk kebutuhan layanan pasien rawat inap, Safe Hospital untuk aspek keselamatan rumah sakit, serta Patient Experience yang berkaitan dengan pengalaman pasien selama mengakses layanan kesehatan.

GTC juga menghadirkan Command Centre untuk mendukung pemantauan operasional, Corporate Wellness untuk kebutuhan kesehatan korporasi, dan SuperApp sebagai bagian dari solusi berbasis aplikasi.

Kedelapan kategori tersebut mencerminkan cakupan kebutuhan teknologi yang beragam. Namun, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing institusi, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan menghubungkan solusi dengan sistem yang sudah digunakan.

Karena itu, pendekatan yang ditawarkan GTC tidak hanya berfokus pada pengadaan teknologi baru, tetapi juga pada penentuan prioritas investasi berdasarkan kebutuhan operasional rumah sakit.

Kesiapan Infrastruktur dan Keamanan Data Jadi Perhatian

Di tengah perkembangan transformasi digital kesehatan Indonesia, integrasi data dan kesiapan infrastruktur menjadi aspek yang semakin relevan. Salah satu inisiatif yang disebut dalam konteks ini adalah SATUSEHAT, platform integrasi data kesehatan yang dikembangkan Kementerian Kesehatan.

Selain itu, materi GTC turut menyinggung SNI 9459:2026 tentang Smart Hospital sebagai salah satu rujukan dalam pembahasan standar rumah sakit cerdas di Indonesia.

Dalam pengembangan ekosistem tersebut, rumah sakit perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur digital, keamanan data, serta kompatibilitas teknologi dengan sistem yang telah berjalan. Faktor-faktor ini menentukan sejauh mana penerapan teknologi dapat mendukung proses pelayanan tanpa menambah kompleksitas operasional.

Irwin menegaskan keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah teknologi yang diterapkan.

“Keberhasilan transformasi bukan semata-mata diukur dari banyaknya teknologi yang diterapkan, tetapi dari relevansi solusi terhadap kebutuhan pelanggan dan hasil yang ingin dicapai. Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan dan solusi yang dipilih juga perlu disesuaikan,” tambahnya.

Bagi rumah sakit, pendekatan berbasis kebutuhan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun tahapan digitalisasi, termasuk menentukan sistem yang perlu diprioritaskan dan bagaimana integrasinya dilakukan.

Melalui portofolio delapan kategori solusi tersebut, GTC menargetkan peran sebagai mitra teknologi bagi pengelola rumah sakit dan pelaku industri kesehatan dalam mengembangkan ekosistem yang terintegrasi, aman, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.

Ke depan, tantangan pengembangan smart hospital bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, melainkan memastikan setiap solusi mampu terhubung dan memberikan manfaat nyata bagi operasional rumah sakit maupun pengalaman pasien.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles