13 C
New York
Sunday, October 11, 2026

Buy now

ZTE Perkuat Green Digital Path di Indonesia, dari Penanaman Mangrove hingga Teknologi Hemat Energi

TEKNOBUZZ – ZTE memperkuat implementasi strategi keberlanjutan Green Digital Path di Indonesia melalui penanaman 300 bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan teknologi tersebut dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mendorong penerapan prinsip rendah karbon.

Kegiatan yang digelar pada 8 Oktober 2026 itu melibatkan partisipasi karyawan ZTE Indonesia melalui program One Tree, One Future. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, inisiatif ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dan pengurangan emisi karbon.

Bagi ZTE, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pelestarian alam, tetapi juga mencakup transformasi operasional perusahaan, rantai pasok, pengembangan infrastruktur digital, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi industri.

Liu Sen, President Director ZTE Indonesia, mengatakan penanaman mangrove tersebut merupakan kelanjutan dari inisiatif One Tree, One Future yang menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

“Sejalan dengan strategi Green Digital Path, kami menjadikan inisiatif ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat kontribusi kami dalam mengurangi emisi karbon, baik dari operasional perusahaan maupun upaya pelestarian lingkungan,” ujar Liu Sen.

Green Digital Path Punya Empat Pilar Utama

Strategi Green Digital Path merupakan kerangka keberlanjutan global ZTE yang berfokus pada penerapan prinsip rendah karbon melalui empat pilar utama.

Keempat pilar tersebut mencakup operasional perusahaan ramah lingkungan, rantai pasokan hijau, infrastruktur digital ramah lingkungan, serta pemberdayaan industri untuk mendukung praktik berkelanjutan.

Pada aspek operasional, ZTE telah menyusun peta jalan dekarbonisasi dengan target mencapai netralitas karbon dari kegiatan operasional pada 2040 dan emisi nol bersih (net-zero emissions) pada 2050. Target tersebut telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi).

ZTE juga melaporkan berhasil mengurangi emisi karbon Cakupan 1 dan 2 sebesar 46% pada 2025 dibandingkan dengan tahun dasar 2021.

Sementara itu, pada rantai pasok, perusahaan menjalankan strategi SPIRE 2.0 untuk membangun rantai nilai yang lebih ramah lingkungan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pelatihan terkait dual-carbon kepada 97 mitra pemasok, pendampingan terhadap 152 pemasok utama dalam penyusunan laporan inventarisasi emisi karbon, serta mendorong 83 pemasok utama berpartisipasi dalam penilaian CDP dan mengungkapkan informasi kepada publik.

Teknologi Pendingin Pusat Data hingga Optimalisasi Jaringan AI

Selain melalui program penanaman pohon, ZTE mendorong keberlanjutan melalui pengembangan teknologi digital yang lebih hemat energi.

Salah satu fokusnya adalah efisiensi energi pada pusat data. Dalam ajang Indonesia Cloud & Datacenter Convention 2025, ZTE memperkenalkan teknologi Fan Wall Cooling dan Liquid Cooling yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi sistem pendinginan pusat data.

Upaya ini relevan dengan kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang, ketika pengelolaan konsumsi energi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional pusat data.

ZTE juga memanfaatkan teknologi 5G, cloud computing, dan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pelanggan perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung aktivitas digital yang lebih hemat energi.

Di Indonesia, salah satu implementasinya diwujudkan melalui pembangunan Joint Innovation Center bersama XLSMART di Jakarta. Fasilitas tersebut berfokus pada optimalisasi jaringan berbasis AI, pengembangan teknologi 5G-Advanced, serta solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan jaringan.

Dengan pendekatan tersebut, strategi keberlanjutan ZTE tidak hanya bertumpu pada aksi lingkungan secara langsung, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi infrastruktur digital dan industri.

Penanaman Mangrove Ditargetkan Memberi Manfaat Jangka Panjang

Dalam program One Tree, One Future, ZTE menyebut total area penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove PIK mencapai sekitar 75 meter persegi. Kegiatan tersebut diperkirakan memiliki potensi penyerapan karbon sekitar 35,5 kilogram CO₂e.

Perusahaan juga akan mendukung pemantauan area penanaman secara berkala untuk memastikan bibit mangrove dapat tumbuh secara optimal.

Pemantauan tersebut ditujukan untuk menjaga fungsi ekologis mangrove, termasuk membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan erosi akibat gelombang laut. Kawasan tersebut juga diharapkan tetap berfungsi sebagai destinasi wisata alam dan sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Di luar program lingkungan, ZTE menjalankan filosofi global Tech for Good, yang menempatkan teknologi sebagai sarana untuk menjembatani kesenjangan digital sekaligus menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati.

Sepanjang 2025, ZTE menginvestasikan CNY 35,37 juta untuk berbagai inisiatif sosial yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan lebih dari 100.000 orang di lebih dari 15 negara, termasuk Indonesia. Perusahaan juga melaksanakan lebih dari 600 program di berbagai negara dengan melibatkan sekitar 20.000 karyawan sebagai relawan.

Di Indonesia, selain One Tree, One Future, ZTE menjalankan program tanggung jawab sosial ZTE United for Good, termasuk melalui donasi bagi anak-anak di sejumlah panti asuhan.

Melalui strategi Green Digital Path dan filosofi Tech for Good, ZTE berupaya mengintegrasikan pengembangan teknologi dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai inisiatif tersebut terus berjalan secara konsisten dan menghasilkan dampak keberlanjutan yang terukur dalam jangka panjang.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles