20.6 C
New York
Wednesday, August 26, 2026

Buy now

RAIA Grid Resmikan ‘Jalan Tol’ AI dan Fiber 86.000 Km

​TEKNOBUZZ — Ekosistem ekonomi digital Indonesia resmi memasuki babak baru yang sangat menentukan. PT Infra Fiber Teknologi (IFT)—perusahaan infrastruktur digital independen hasil sinergi strategis antara Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) – hari ini resmi meluncurkan RAIA Grid.

​Kehadirannya diproyeksikan menjadi tulang punggung utama dalam menyokong lonjakan kebutuhan komputasi awan (cloud computing), pusat data berskala raksasa (hyperscale data center), serta penerapan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di seluruh nusantara.

​Jika dalam satu dekade terakhir konektivitas telekomunikasi nasional difokuskan untuk menghubungkan manusia, kini RAIA Grid hadir dengan paradoks baru: menghubungkan jaringan komputasi, mesin, data berskala raksasa, dan AI secara cerdas, fleksibel, serta adaptif melalui model open-access.

​Momen Kunci Peluncuran RAIA Grid

  • ​Panjang Jaringan Fiber: Lebih dari 86.000 km serat optik di seluruh Indonesia.
  • ​Skema Layanan: Open-access (dapat dimanfaatkan operator seluler, penyedia cloud, hyperscaler, hingga korporasi).
  • ​Teknologi Utama: Integrasi Machine Learning, AI, dan Agentic AI untuk pengoperasian jaringan otonom dan prediktif.
  • ​Dukungan Pengembang: Sinergi investasi jangka panjang Arsari Group dan keahlian telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison.

​Fondasi Strategis Bagi Kemandirian Teknologi Nasional

​Pembangunan RAIA Grid bukan sekadar ekspansi infrastruktur fisik kabel serat optik. Langkah ini dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia memiliki kedaulatan digital dan daya saing komputasi di tingkat global.

​“Apa yang kita bangun hari ini menentukan masa depan Indonesia. RAIA Grid merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur, ilmu, dan talenta yang dibutuhkan untuk membentuk masa depan AI kita sendiri. Kami bangga dapat membangunnya dari Indonesia, untuk Indonesia, dan untuk dunia,” Hashim Djojohadikusumo, Founder and Chairman Arsari Group.

​Melalui jaringan fiber sepanjang 86.000 km yang bertindak sebagai “jalan tol digital”, RAIA Grid menghubungkan pusat data satu sama lain, memperkuat jaringan 5G, hingga Fiber-to-the-Home (FTTH).

​“Kami membuat lapisan infrastruktur yang memungkinkan komputasi, data, dan kecerdasan bergerak secara mulus dalam skala besar, sekaligus mengubah konektivitas menjadi keunggulan strategis bagi masa depan digital Indonesia.” Hendri Mulya Syam, President Director RAIA Grid.

​Mengaburkan Batas Antara Konektivitas dan Kecerdasan Artifisial

​Keunggulan kompetitif utama RAIA Grid terletak pada penggabungan jaringan fisik fiber dengan teknologi Machine Learning, AI, dan Agentic AI langsung ke dalam proses perencanaan, penggelaran, hingga operasional. Jaringan ini tidak lagi bersikap pasif, melainkan memiliki kemampuan:

  1. ​Perencanaan Cerdas & Prediktif: Memprediksi permintaan kapasitas data serta mengoptimalkan rute fiber secara presisi.
  1. ​Pemeliharaan Otonom (Predictive Maintenance): Mencegah dan mendeteksi potensi gangguan teknis sebelum berdampak pada pengguna.
  1. ​Konektivitas Ultra-Latensi Rendah: Memastikan aliran data berjalan secepat mungkin dari lokasi data dibuat, diproses, hingga digunakan.

​Sinergi Menuju Ekosistem AI Utuh & Supercomputer

​Langkah peluncuran ini disambut hangat oleh Indosat Ooredoo Hutchison. Sinergi antara RAIA Grid, Indosat, dan Zankore bertujuan menghubungkan seluruh lapisan krusial agar kecerdasan artifisial dapat diakses dengan mudah dan berskala luas di Indonesia.

​“Peluang di depan kita jauh lebih besar dari sekadar konektivitas. RAIA Grid sedang membangun ‘jalan tol’ yang menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, dan infrastruktur AI… Konvergensi ini memungkinkan kami melangkah lebih jauh, dari sekadar menghubungkan infrastruktur menjadi menghubungkan kecerdasan,” Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison.

​Visi jangka panjang peluncuran ini juga membidik penguatan kapabilitas komputasi berkinerja tinggi (High-Performance Computing) hingga manufaktur supercomputer lokal.

Jalan tol digital bukan tujuan akhir, melainkan sarana yang memungkinkan semua elemen berkembang pesat. Ambisi kami adalah membangun kapabilitas yang dibutuhkan Indonesia untuk era komputasi dan AI berikutnya, termasuk meletakkan fondasi bagi manufaktur supercomputer di Indonesia,” Aryo Djojohadikusumo, Deputy CEO dan COO Arsari Group.

​Dengan konvergensi antara infrastruktur, komputasi, talenta, dan teknologi AI, RAIA Grid membuktikan komitmennya sebagai penggerak utama transformasi ekonomi digital Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan siap memimpin di panggung global. 

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles