28.9 C
New York
Thursday, July 9, 2026

Buy now

Indonet Resmikan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga Rute Jakarta-Bekasi-Karawang

TEKNOBUZZ – PT Indointernet Tbk (Indonet) resmi mengumumkan pengoperasian jalur fiber optik bawah tanah (underground) ketiganya. Jalur baru ini melintasi koridor timur (East Route) yang menghubungkan pusat kota Jakarta langsung dengan kawasan industri strategis serta ekosistem data center di wilayah Bekasi hingga Karawang.

Langkah ekspansif ini memperkuat fondasi konektivitas nasional di tengah melonjaknya kebutuhan korporasi akan jaringan berkapasitas besar, berlatensi rendah, dan memiliki tingkat ketersediaan tinggi (high availability) demi menjamin kontinuitas bisnis.

Lompatan Kapasitas Jaringan Hingga 141 Persen

Jalur ketiga yang resmi beroperasi ini memiliki panjang lebih dari 80 kilometer dengan kapasitas interkoneksi masif sebesar 2 × 576 core fiber. Melalui penambahan jalur baru ini, total bentangan jaringan fiber optik yang dikelola oleh Indonet kini telah menembus kisaran 850 kilometer. Keberhasilan ekspansi ini menandai adanya lonjakan kapasitas jaringan yang sangat signifikan, yakni sebesar 141% jika dibandingkan dengan total portofolio infrastruktur perusahaan sebelum tahun 2024.

Tidak hanya memperluas jangkauan geografis, Indonet juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu infrastruktur pertama di Indonesia yang membangun koridor fiber optik yang sepenuhnya ditanam di bawah tanah untuk koridor Jakarta-Bekasi-Karawang. Bersamaan dengan peresmian jalur ini, Indonet turut mendongkrak kapasitas jaringan tulang punggung (backbone network) miliknya menjadi 100 Gbps guna memastikan kesiapan jaringan dalam menopang aktivitas industri modern.

“Indonesia sedang memasuki fase baru pembangunan infrastruktur digital. Investasi pada data center, cloud, dan AI akan terus meningkat, namun nilai dari investasi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh konektivitas yang sama kuatnya,” ujar Donauly Situmorang, Presiden Direktur Indonet.

“Karena itu, kami terus berinvestasi membangun jaringan fiber optik bawah tanah dan infrastruktur interkoneksi data center yang andal, sehingga pelanggan dapat bertumbuh dengan kepastian tanpa dibatasi oleh keterbatasan infrastruktur.”

Keunggulan Proteksi Bawah Tanah untuk Operasional Kritis

Pemilihan arsitektur jaringan bawah tanah (underground) murni ini didasarkan pada komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan ketahanan infrastruktur yang jauh lebih superior dibanding kabel udara konvensional.

Agus Ariyanto, Direktur Operasional Indonet, menjelaskan bahwa seluruh jaringan ini dibangun di bawah tanah dengan kedalaman aman sekitar 1,5 hingga 2 meter. Metode ini memberikan perlindungan maksimal dari berbagai risiko gangguan eksternal seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, hingga aktivitas konstruksi fisik di permukaan jalan.

“Hal ini memungkinkan kami menghadirkan konektivitas yang lebih stabil, memperkuat redundansi jaringan, dan memastikan layanan tetap andal untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang bersifat mission-critical, seperti disaster recovery dan AI workloads yang membutuhkan performa jaringan secara konsisten,” tutur Agus.

Menjawab Efek Bola Salju Pasar Data Center Nasional

Langkah strategis Indonet ini juga menjadi jawaban krusial atas pertumbuhan pasar data center di Indonesia yang sedang bergerak sangat progresif. Mengutip data dari riset Indonesia Data Center – Market Share Analysis, Industry Trends & Statistics, Growth Forecasts (2026-2031) yang dirilis oleh Globe Newswire, Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Nilai pasar data center di Indonesia diproyeksikan melonjak tajam dari sekitar USD 1,83 miliar pada tahun 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada tahun 2031. Pertumbuhan ini mencatatkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) yang kuat sebesar 13,71%, didorong oleh derasnya arus investasi dari hyperscaler, penyedia layanan cloud, serta sektor enterprise.

Yudie Haryanto, Direktur Sales & Marketing Indonet, menegaskan bahwa pesatnya kapasitas komputasi data center nasional wajib diimbangi oleh kesiapan interkoneksi yang mumpuni. “Kualitas interkoneksi menjadi faktor penting untuk menjaga performa aplikasi, memastikan kontinuitas layanan, serta mendukung pertukaran data dengan latensi yang rendah. Melalui pengembangan jaringan fiber optik bawah tanah dan peningkatan kapasitas backbone network, Indonet hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur konektivitas yang andal, scalable, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan saat ini,” urai Yudie.

Sinergi Ekosistem Digital Masa Depan

Penguatan jaringan koridor timur ini juga dipastikan akan memperkokoh ekspansi infrastruktur digital lainnya di Indonesia. Salah satu dampak langsungnya adalah dukungan terhadap pengembangan ekosistem data center berskala masif, seperti CGK Campus berkapasitas 500 MW di Bekasi yang saat ini tengah dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia.

Sinergi erat antara platform konektivitas tangguh milik Indonet dan platform data center mutakhir dari Digital Edge diproyeksikan mampu menghadirkan ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi secara penuh. Langkah ini menjadi modal utama dalam mempercepat pertumbuhan teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan (AI), adopsi komputasi awan (cloud), hingga perluasan roda ekonomi digital Indonesia di panggung regional.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles