19.2 C
New York
Wednesday, June 17, 2026

Buy now

Cetak Talenta Digital Berkompetensi Global, Disdik Jawa Timur Gandeng HGI Research Centre di Shanghai

TEKNOBUZZ – Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempersiapkan generasi mudanya menghadapi sengitnya persaingan di era digital.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur resmi menjalin kerja sama internasional dengan HGI Research Centre, guna mengembangkan potensi talenta digital muda yang siap bersaing di kancah global.

​Komitmen besar ini dikukuhkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok. Penandatanganan ini menjadi puncak dari rangkaian kunjungan kerja resmi delegasi Disdik Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, pada 8–12 Juni 2026.

​Jembatani Ruang Kelas dengan Realitas Industri

​Kolaborasi ini lahir dari kesadaran bahwa pendidikan vokasi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus bergerak lebih dinamis. Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menekankan bahwa dunia industri saat ini tidak lagi sekadar mencari individu yang tahu cara menggunakan teknologi, melainkan mereka yang mampu memanfaatkannya secara efektif untuk menyelesaikan proyek nyata.

​”Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” ujar Wang Chen.

​Gayung bersambut, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa industri digital kini menjadi motor penggerak ekonomi yang sangat krusial. Melalui kemitraan global ini, Jawa Timur membidik sasaran untuk melahirkan lulusan vokasi yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya yang kuat.

​Inovasi Kurikulum: Program “Chinese + Class Skill”

​Salah satu poin paling menarik yang menjadi fokus dalam kerja sama ini adalah penerapan konsep “Chinese + Class Skill”. Ini merupakan model pembelajaran inovatif yang memadukan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional langsung di lapangan.

​Dalam implementasinya, para siswa akan mengasah kemampuan bahasa mereka sembari mempraktikkan ilmu di sektor-sektor industri kreatif yang sedang naik daun, seperti:

  • ​Desain gim (game design)
  • ​Produksi konten dan media digital
  • ​Penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI)
  • ​Industri kreatif dan pelestarian budaya berbasis teknologi digital

​Dengan formula ini, lulusan vokasi Jawa Timur diharapkan memiliki nilai tawar tinggi berupa keahlian digital mutakhir sekaligus wawasan internasional.

​Mengadopsi Kesuksesan Ekosistem Vokasi Modern Shanghai

​Tidak hanya berdiskusi di meja runding, delegasi Disdik Jatim juga meninjau langsung ekosistem pendidikan modern di beberapa institusi vokasi ternama di Shanghai, seperti Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, dan Shanghai Arts and Crafts Vocational College.

Di sana, mereka menyaksikan bagaimana teknologi AI telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah sejak tahun 2020.

​Langkah Shanghai yang progresif ini didukung penuh oleh pemerintah setempat, salah satunya melalui Putuo District yang kini menjadi salah satu kawasan percontohan pendidikan AI terbesar di Shanghai dengan menaungi lebih dari 100.000 siswa.

​Optimisme Menuju Era Ekonomi Digital

​HGI Research Centre sendiri bukanlah nama baru di industri digital. Sebagai perusahaan global yang berfokus pada riset dan pengembangan gim kasual, HGI telah aktif mengeksplorasi strategi “Game+” untuk mengintegrasikan teknologi gim ke sektor pendidikan dan kebudayaan.

Di Shanghai, perusahaan ini bahkan diakui sebagai pilot company untuk integrasi industri-pendidikan.

​Melalui sinergi kuat antara Disdik Jawa Timur dan HGI Research Centre, kedua belah pihak optimistis dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman belajar yang link and match dengan kebutuhan pasar kerja global.

Langkah berani ini diharapkan menjadi fondasi kokoh lahirnya inovator-inovator masa depan yang siap membawa industri regional naik kelas di era ekonomi digital. 

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles