21.2 C
New York
Thursday, May 14, 2026

Buy now

UniPin dan KOMDIGI Bahas Tantangan Implementasi IGRS

TEKNOBUZZ – Platform layanan hiburan digital, UniPin bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menggelar forum diskusi bertajuk “Silaturahmi & Iftar Industri Game: Kupas Tuntas IGRS bersama UniPin & KOMDIGI”.

Topik utama yang dibahas adalah “Tantangan Game Publishers dalam Implementasi IGRS”, yang menyoroti berbagai kendala operasional yang dihadapi industri saat menerapkan sistem rating gim nasional tersebut.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari regulator dan industri, di antaranya Poeti Fatima sebagai GM Business Global UniPin, Tita Ayuditya Surya selaku Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim, serta Cendana sebagai Policy Analyst dari KOMDIGI.

Baca juga: UniPin Guncang ICC 2025 Lewat Bangga Main Lokal!

Dalam forum tersebut, para peserta membahas tantangan implementasi IGRS yang dihadapi penerbit game, mulai dari penyesuaian proses internal perusahaan hingga kebutuhan koordinasi yang lebih erat antara regulator dan pelaku industri. Forum ini juga menjadi ruang dialog bagi pelaku industri untuk memberikan masukan langsung serta berbagi pengalaman terkait penerapan kebijakan tersebut.

“Sebagai bagian dari ekosistem industri game di Indonesia, UniPin percaya bahwa implementasi IGRS memerlukan kolaborasi yang erat antara regulator dan pelaku industri. Melalui forum diskusi ini, kami berharap dapat membuka ruang dialog yang konstruktif untuk saling berbagi perspektif dan bersama-sama mencari solusi terbaik demi mendukung pertumbuhan ekosistem game yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Poeti Fatima.

Sementara itu, Tita Ayuditya Surya menjelaskan bahwa IGRS dirancang untuk memastikan seluruh game yang beredar di Indonesia memiliki klasifikasi usia yang jelas. Menurutnya, sistem tersebut dibuat dengan proses implementasi yang sederhana agar memudahkan penerbit game dalam menerapkannya.

“KOMDIGI menghadirkan IGRS sebagai kebijakan yang mengatur seluruh game yang dipasarkan di Indonesia agar memiliki klasifikasi usia yang jelas. Melalui sistem ini, kami tidak hanya menjalankan peran sebagai regulator, tetapi juga ingin mendorong industri game nasional agar semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Tita.

Melalui inisiatif ini, UniPin berharap dialog antara regulator dan pelaku industri game dapat terus berlanjut sehingga implementasi IGRS berjalan lebih efektif dan mampu mendorong pertumbuhan industri game Indonesia ke depan.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles