-2.4 C
New York
Tuesday, February 10, 2026

Buy now

spot_img

Tanpa Magnet Bawaan, Samsung Galaxy S26 Series Tingkatkan Wireless Charging

TEKNOBUZZ – Samsung dikabarkan akan menghadirkan peningkatan pada fitur pengisian daya nirkabel di lini Galaxy S26. Informasi ini terungkap dari daftar terbaru di situs Wireless Power Consortium (WPC) yang menampilkan nomor model yang diyakini milik Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra.

Berdasarkan dokumen tersebut, ketiga ponsel Samsung Galaxy S26 akan mendukung standar Qi 2.2.1. Standar ini memungkinkan pengisian daya nirkabel hingga 20 watt atau lebih, meningkat dibanding generasi sebelumnya.

Mengutip GSMArena, kabar ini juga sejalan dengan rumor yang menyebutkan bahwa Galaxy S26 Ultra berpotensi mendukung wireless charging hingga 25 watt. Peningkatan ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna yang mengandalkan pengisian daya nirkabel dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Akan Hadir dengan Enam Pilihan Warna, Rumor atau Fakta?

Dengan daya yang lebih besar, proses pengisian baterai diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien, terutama untuk ponsel flagship dengan kapasitas baterai besar. Namun, di balik peningkatan tersebut, ada satu hal yang cukup disayangkan.

Galaxy S26 series hanya tercatat mematuhi Base Power Profile (BPP), bukan Magnetic Power Profile (MPP). Artinya, perangkat ini tidak memiliki magnet bawaan untuk mendukung aksesori Qi2 magnetik, seperti dudukan atau charger magnetik yang kini semakin populer di segmen premium.

Tanpa magnet internal, Galaxy S26 tidak bisa langsung menempel pada aksesori Qi2 magnetik. Pengguna harus mengandalkan casing khusus yang kompatibel jika ingin merasakan pengalaman pengisian daya nirkabel berbasis magnet.

Keputusan ini dinilai kurang sejalan dengan tren pasar, mengingat fitur magnetik mulai menjadi standar baru di ponsel kelas atas. Bagi sebagian calon pembeli, absennya magnet bawaan bisa menjadi pertimbangan penting.

Pasalnya, ekosistem aksesori magnetik menawarkan kemudahan dan fleksibilitas lebih tinggi, terutama untuk penggunaan di mobil atau meja kerja. Meski begitu, peningkatan ke standar Qi 2.2.1 tetap menunjukkan komitmen Samsung dalam menyempurnakan teknologi pengisian daya di seri Galaxy S26.

Tinggal menunggu apakah Samsung akan menghadirkan solusi lain untuk menutupi kekurangan fitur magnetik tersebut saat peluncuran resmi nanti. Samsung Galaxy S26 diprediksi tetap menjadi salah satu smartphone flagship Android paling dinanti pada 2026, dengan kombinasi performa, layar, dan ekosistem yang kuat, meski tidak sepenuhnya mengikuti tren magnetik terbaru.

Namun, belum ada informasi resmi dari Samsung terkait Galaxy S26 dipasarkan di negara mana saja, termasuk Indonesia. Lalu, apakah Samsung Galaxy S26 Series akan dipasarkan di Indonesia? Mungkin saja. Mengingat pendahulunya yaitu Galaxy S25 Series telah dipasarkan di Indonesia.

spot_img

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles