TEKNOBUZZ – Industri penerbangan menghadapi tantangan besar, mulai dari ekspektasi penumpang yang terus meningkat hingga kompleksitas operasional dan tekanan efisiensi biaya. Banyak maskapai masih bergantung pada sistem lama yang terfragmentasi dan dikembangkan selama beberapa dekade, sehingga menyulitkan integrase data lintas fungsi, respons cepat terhadap gangguan, maupun pengembangan layanan baru dalam skala besar.
Seiring industri penerbangan berupaya menumbuhkan keberlanjutan, maskapai semakin mengandalkan kecerdasan buatan atau AI untuk menata ulang desain dan operasional bisnis mereka dari dasar. Perubahan ini tercermin dalam kolaborasi antara IBM dan Riyadh Air melalui peluncuran maskapai pertama di dunia yang sepenuhnya berbasis AI (AI native airline).
Selain itu, IBM juga memberikan 7 Cara AI Membantu Maskapai Beroperasi Lebih Cerdas, Cepat, dan Efisien. Berikut ulasannya.
Baca juga: IBM Ungkap 5 Tren AI yang Akan Membentuk Masa Depan Digital 2026
1. Menghilangkan Ketergantungan Sistem Lama
AI memungkinkan maskapai membangun sistem operasional tanpa bergantung pada infrastruktur lama yang terfragmentasi. Pendekatan ini memudahkan integrasi data lintas fungsi dan mempercepat inovasi layanan.
2. Optimalisasi Rute dan Profitabilitas
Dengan analisis data berbasis AI, maskapai dapat mengoptimalkan profitabilitas rute, memprediksi permintaan penumpang, serta menemukan peluang pendapatan baru secara lebih akurat dan real-time.
3. Maskapai AI-Native Sejak Awal
Kolaborasi IBM dan Riyadh Air menunjukkan bagaimana maskapai AI-native dirancang sejak nol. Operasional berbasis AI menjadi fondasi utama, bukan sekadar tambahan teknologi, sehingga transformasi berjalan menyeluruh.
Dirancang sejak awal tanpa ketergantungan pada sistem lama, operasional berbasis AI ini menjadi fondasi untuk mentransformasi pengalaman tamu maupun karyawan, sekaligus menetapkan tolok ukur baru bagi inovasi di industri penerbangan.
4. Orkestrasi Alur Kerja dan Mitra
AI mampu mengoordinasikan puluhan alur kerja dan mitra teknologi secara mulus. Dalam kasus Riyadh Air, lebih dari 59 alur kerja dan 60 mitra terhubung untuk mendukung strategi teknologi terpadu.
5. Pengalaman Karyawan Lebih Efisien
AI menghadirkan tempat kerja digital dengan agen AI sebagai satu titik akses layanan HR. Hal ini menyederhanakan proses internal, meningkatkan layanan mandiri, dan mendukung pertumbuhan jumlah karyawan.
6. Layanan Penumpang Lebih Personal
Aplikasi seluler berbasis AI menciptakan pengalaman perjalanan yang terhubung. Agen AI membantu kru kabin dan darat memberikan layanan yang lebih personal, seperti merekomendasikan jalur cepat bagi penumpang yang terlambat.
7. Keputusan Berbasis Data Real-Time
Sistem manajemen kinerja berbasis AI mengintegrasikan data keuangan, operasional, dan komersial. Proses perencanaan, penganggaran, hingga analisis menjadi otomatis, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat.
Dengan menanamkan AI sejak fondasi operasional, maskapai dapat mencapai kelincahan, efisiensi, dan pertumbuhan jangka panjang. Model AI-native seperti hasil kolaborasi IBM dan Riyadh Air menjadi contoh bagaimana industri penerbangan dapat melampaui transformasi bertahap dan siap bersaing di era AI.


