16.7 C
New York
Saturday, May 9, 2026

Buy now

Ini Cara TikTok Lindungi Remaja Indonesia!

TEKNOBUZZ – TikTok terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ruang digital yang aman, positif, dan bertanggung jawab bagi lebih dari 160 juta pengguna di Indonesia. Sepanjang 2025, platform video pendek ini menghadirkan berbagai inisiatif strategis melalui kampanye edukasi, pembaruan fitur keamanan, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah dan organisasi masyarakat. Keamanan pengguna menjadi prioritas utama TikTok, terutama bagi remaja.

“Perlindungan digital tidak hanya soal menghapus konten berbahaya, tetapi juga memastikan pengguna dapat berkreasi dan berinteraksi secara aman. TikTok memperkuat kebijakan, sistem moderasi berlapis, literasi digital, serta kerja sama strategis untuk merespons tantangan ruang digital yang terus berkembang,” ujar Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto disela acara Konferensi Pers #AmanDiTikTok: Kilas Balik Upaya TikTok Lindungi Pengguna Sepanjang 2025 di Jakarta.

Upaya ini sejalan dengan agenda Pemerintah Republik Indonesia. Buktinya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi RI, Mediodecci Lustarini, mengapresiasi langkah TikTok dalam menghadirkan edukasi, perlindungan, dan transparansi.

Baca juga: Lewat Harbolnas 12.12, Tokopedia dan TikTok Shop Dorong Brand Lokal Mendunia

“Kami mengapresiasi upaya TikTok dalam menghadirkan edukasi, perlindungan, dan transparansi kepada publik. Ini sejalan dengan prioritas Komdigi RI untuk memperkuat literasi digital, menekan konten berisiko, serta memastikan PSE beroperasi secara bertanggung jawab. Kolaborasi lintas pihak sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap aman dan positif,” ungkap Mediodecci Lustarini di waktu dan tempat yang sama.

Salah satu fokus utama TikTok adalah edukasi remaja dan orang tua. Melalui kampanye Seru Berkreasi dan #SalingJaga bersama Yayasan SEJIWA, TikTok menggelar roadshow literasi digital yang menjangkau lebih dari 1.600 remaja SMA di Jabodetabek. TikTok juga bekerja sama dengan Yayasan Keluarga Kita untuk memperluas literasi digital orang tua melalui lokakarya pengasuhan digital di 358 kota di Indonesia, dilengkapi modul pembelajaran online.

Selain edukasi, TikTok menghadirkan pembaruan fitur kesejahteraan digital, seperti pengingat waktu layar, pengelolaan interaksi, hingga fitur meditasi. Pembaruan ini bertujuan membantu pengguna membangun kebiasaan daring yang lebih sehat dan seimbang.

Dalam menghadapi ancaman judi online, TikTok menggandeng Komdigi RI melalui kampanye #LawanJudol. Kampanye ini mencakup lokakarya daring dan luring, laman edukasi khusus di aplikasi, serta konten kreator yang mengedukasi bahaya judi online. Pada semester pertama 2025, TikTok menghapus lebih dari 424 ribu konten terkait perjudian, dengan lebih dari 99% ditindak sebelum dilaporkan pengguna.

Selain itu, TikTok juga meluncurkan kampanye #PikirDuaKali untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan online. Kampanye ini memperkenalkan metode 3C: Cek, Cegah, Cegat, serta didukung Pusat Panduan #PikirDuaKali, kolaborasi kreator, program TikTok Goes to Campus, dan sesi edukasi di TikTok LIVE.

Sepanjang 2025, TikTok menghapus lebih dari 232 ribu konten penipuan dan 180 ribu iklan berbayar bermuatan scam. Perlindungan juga diperluas ke ekosistem e-commerce melalui kampanye #BelanjaAman dan #JualanNyaman di Tokopedia dan TikTok Shop. Sepanjang Januari–Juni 2025, platform ini menolak sekitar 250 ribu pendaftaran penjual yang tidak memenuhi standar dan meninjau lebih dari 787 ribu laporan pengguna.

Melalui pendekatan kolaboratif dan transparan, TikTok menegaskan bahwa menjaga keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Kedepannya, TikTok akan terus bekerja sama dengan pemerintah, pakar, industri, dan komunitas demi menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan memberdayakan seluruh pengguna.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles