25.7 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

Lei Jun: Xiaomi Siapkan Robot Humanoid Skala Besar dalam 5 Tahun

TEKNOBUZZ – Xiaomi bersiap memasuki babak baru transformasi industri dengan kecerdasan buatan (AI). Dalam wawancaranya dengan Beijing Daily, CEO Xiaomi, Lei Jun, mengatakan bahwa AI akan menjadi penggerak utama rekonstruksi industri dalam lima tahun ke depan, termasuk lewat penggunaan robot humanoid di lini produksi.

“AI bukan lagi alat tambahan, tapi fondasi utama untuk membangun ulang lanskap manufaktur modern,” ujar CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam wawancaranya dengan Beijing Daily, seperti dikutip Gizmochina.

Lei mencontohkan efisiensi di pabrik mobil listrik (EV) Xiaomi, di mana proses inspeksi komponen besar yang sebelumnya lambat kini dilakukan oleh sistem X-ray berbasis vision AI. Proses yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama kini dapat diselesaikan hanya dalam dua detik. Ini sepuluh kali lebih cepat dan lima kali lebih akurat dibandingkan pekerja manusia.

Baca juga: Wow, Pendapatan Xiaomi Global Tembus Rp266 Triliun pada Q3 2025!

Menurut Lei, ini hanyalah gambaran awal dari potensi AI ketika diterapkan secara mendalam pada manufaktur. Dengan meningkatnya otomatisasi dan presisi, Lei memperkirakan terbentuknya pasar industri baru bernilai triliunan yuan, atau sekitar USD 140 miliar (sekitar Rp2,24 triliun).

Namun, ia menegaskan bahwa ekosistem kolaboratif menjadi kunci, karena tidak ada perusahaan yang mampu membangun seluruh rantai teknologi AI sendirian. Kedepannya, Xiaomi menargetkan penggunaan robot humanoid dalam skala besar di seluruh pabriknya dalam kurun lima tahun.

Robot ini akan menggantikan berbagai tugas yang saat ini masih dikerjakan manusia di lini perakitan. Lei juga meyakini bahwa pasar robot humanoid untuk kebutuhan rumah tangga akan jauh lebih besar, dengan tingkat kompleksitas dan tuntutan performa yang lebih tinggi.

Ia turut menyoroti pentingnya peran China dalam pengembangan manufaktur cerdas. Lei memperingatkan agar industri tidak lagi bergantung pada model lama berbasis tenaga kerja murah, melainkan beralih ke produksi cerdas untuk memenangkan persaingan global dalam peningkatan industri.

Xiaomi sendiri telah mengembangkan teknologi robot sejak 2022, ketika memperkenalkan CyberOne sebagai bukti konsep. Sejak itu, perusahaan terus memperluas riset robotika dan AI sebagai bagian dari strategi besar menuju kendaraan listrik pintar dan otomatisasi tingkat lanjut.

Visi Xiaomi selaras dengan agenda peningkatan manufaktur China yang menempatkan AI, robotika, dan pabrik pintar sebagai pilar utama daya saing jangka panjang. Namun, Lei Jun belum memberikan informasi resmi tentang robot barunya akan dipasarkan di negara mana saja, termasuk Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles