TEKNOBUZZ – POCO membuat perubahan penting pada positioning lini smartphone premiumnya (flagship) melalui POCO F9 Ultra. Jika selama ini F Series dikenal sebagai flagship killer yang menantang smartphone kelas atas dengan harga lebih agresif, generasi terbaru ini justru membawa POCO ke posisi yang berbeda: menjadi flagship itu sendiri.
Kehadiran POCO F9 Ultra di Indonesia menjadi bagian dari peluncuran POCO F9 Series bersama POCO F9 Pro pada 5 September 2026. POCO secara tegas menyebut F9 Series telah melewati fase sebagai sekadar penantang pasar dan memasuki era “Ultrapower Unbound” dengan membawa DNA Extreme Performance dan Extreme Value.
Perubahan tersebut terlihat dari bagaimana POCO membangun F9 Ultra. Smartphone ini tidak hanya mengandalkan satu atau dua spesifikasi ekstrem untuk mengganggu pasar flagship, tetapi membawa kombinasi teknologi yang selama ini menjadi karakteristik smartphone kelas premium.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 Jadi Fondasi
Salah satu indikator paling jelas adalah penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai otak utama POCO F9 Ultra.
POCO mengklaim chipset tersebut membawa F9 Ultra mencatat skor AnTuTu tertinggi sepanjang sejarah POCO, mencapai 4.165.108 poin berdasarkan pengujian internal. Perangkat ini juga hadir dengan kapasitas penyimpanan 512GB, sehingga ruang penyimpanan bukan lagi menjadi kompromi bagi pengguna yang membutuhkan smartphone untuk gaming maupun aktivitas berat.
Namun, POCO tidak berhenti pada chipset utama.
F9 Ultra menjadi bagian dari generasi pertama lini F Series yang membawa Dedicated VisionBoost D8 Chipset. Chip tambahan tersebut memungkinkan fitur Smart Frame Rate dan AI Super Resolution bekerja bersama untuk meningkatkan kualitas sekaligus kelancaran visual.
Melalui WildBoost Engine, POCO mengklaim F9 Ultra mampu mencapai 185 FPS secara native pada lebih dari 20 judul game populer, dengan lima game lainnya mendapatkan dukungan akselerasi frame.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa performa gaming bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi salah satu fondasi utama perangkat.
Layar 185Hz dan Kecerahan hingga 10.000 Nits
Status flagship F9 Ultra juga diperkuat dari sektor display.
POCO membekali perangkat ini dengan panel 6,9 inci HyperRGB AMOLED dengan refresh rate hingga 185Hz. Panel tersebut menggunakan arsitektur subpiksel full RGB yang diklaim mampu memberikan ketajaman setara resolusi 2K dengan konsumsi daya yang lebih efisien.
Material luminosen M11 yang digunakan pada layar tersebut mampu mencapai kecerahan puncak 4.500 nits dan hingga 10.000 nits ketika menampilkan konten HDR, berdasarkan data pengujian internal POCO.
Untuk pengguna yang menghabiskan waktu panjang di depan layar, perangkat ini juga membawa sertifikasi TÜV Rheinland Quadruple Eye Care melalui teknologi Xiaomi Vision Care.
POCO Mulai Bermain di Kelas Audio Flagship
Perubahan positioning F9 Ultra semakin terlihat pada sektor audio.
POCO menggandeng BOSE dan menghadirkan arsitektur audio fisik 2.1-channel. F9 Ultra menjadi perangkat pertama di kelasnya yang membawa kombinasi dual symmetrical 1115D master-grade stereo speakers dengan 1620 independent subwoofer.
Konfigurasi tersebut dirancang untuk menghasilkan bass yang lebih kuat dan memberikan pengalaman audio yang lebih imersif, terutama ketika digunakan bermain game maupun menikmati konten multimedia.
Artinya, POCO tidak hanya mengejar performa komputasi, tetapi juga mulai membangun pengalaman multimedia yang lebih lengkap.
Baterai 8.050mAh, 100W HyperCharge
Di sektor daya, POCO F9 Ultra membawa baterai 8.050mAh berbasis silicon-carbon 16 persen.
POCO mengklaim kapasitas tersebut dapat menopang penggunaan hingga dua hari dalam kondisi pemakaian normal berdasarkan pengujian internal. Pengisian daya juga mendukung 100W wired HyperCharge dan 50W wireless HyperCharge.
Tak berhenti di sana, F9 Ultra mendukung reverse charging hingga 27W melalui kabel dan 22,5W secara nirkabel.
Kombinasi kapasitas baterai besar dan pengisian cepat tersebut membuat F9 Ultra tidak hanya dirancang untuk sesi gaming panjang, tetapi juga untuk menjadi perangkat utama dalam penggunaan sehari-hari.
Kamera 200MP Lengkapi Paket Flagship
POCO juga tidak mengorbankan kemampuan fotografi demi performa.
F9 Ultra membawa kamera utama 200MP Ultra-Clear dengan Optical Image Stabilization (OIS). Untuk fotografi jarak jauh, perangkat ini dilengkapi kamera telefoto periskop 5x, 10x lossless zoom, serta 20x AI Ultra Zoom.
Kamera depan memiliki resolusi 32MP, sementara kemampuan videonya mendukung perekaman 4K Ultra HD Live cinematography.
Dengan demikian, F9 Ultra mencoba menawarkan paket yang lebih utuh: performa tinggi untuk gaming, layar premium, audio kelas atas, baterai besar, pengisian cepat, serta sistem kamera beresolusi tinggi.
Bukan Lagi Sekadar Mengalahkan Flagship

Perubahan paling penting pada F9 Ultra sebenarnya bukan hanya terletak pada angka spesifikasi.
POCO sendiri menyatakan bahwa F9 Series menandai berakhirnya fase sebagai flagship killer. Perusahaan ingin membawa perangkat ini ke era True Flagship, dengan tetap mempertahankan DNA Extreme Performance dan Extreme Value.
Jika flagship killer selama ini identik dengan strategi “memberikan spesifikasi flagship dengan harga lebih terjangkau”, POCO F9 Ultra mencoba mengambil langkah berikutnya.
POCO tidak lagi hanya bertanya “seberapa jauh kami bisa mengalahkan flagship?”, tetapi mulai membangun pertanyaan baru: “seperti apa flagship versi POCO?”
Jawabannya terlihat dari kombinasi Snapdragon 8 Elite Gen 5, VisionBoost D8, gaming hingga 185 FPS, layar HyperRGB AMOLED 185Hz, audio 2.1-channel BOSE dengan subwoofer fisik, baterai 8.050mAh, 100W HyperCharge, serta kamera utama 200MP.
Di Indonesia, POCO F9 Ultra hadir dalam konfigurasi 16GB+512GB dengan pilihan warna Dark Cherry dan Black. Harga SRP yang ditetapkan adalah Rp13.999.000. Pada periode Extreme Value 6–15 Oktober 2026, harganya menjadi Rp12.499.000.
Dengan positioning tersebut, POCO F9 Ultra menjadi penanda bahwa POCO ingin bermain di level yang berbeda. Bukan lagi sekadar smartphone yang datang untuk menantang para pemain flagship, tetapi perangkat yang ingin diakui sebagai flagship dengan identitas dan standar POCO sendiri.


