TEKNOBUZZ– Gelombang pemadaman listrik yang belakangan ini kerap melanda beberapa wilayah di Indonesia memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi terganggunya jaringan komunikasi. Menanggapi situasi tersebut, Telkomsel memastikan bahwa secara umum infrastruktur jaringan mereka tetap beroperasi dengan baik guna mendukung aktivitas digital pelanggan.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengungkapkan bahwa infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel telah dirancang secara resilien. Setiap site telah dilengkapi dengan sistem cadangan daya (backup power) seperti baterai. Oleh karena itu, perangkat tetap dapat berfungsi normal dalam periode tertentu meski pasokan listrik eksternal terputus.
“Namun, pada beberapa titik dengan gangguan catu daya yang cukup luas, terdapat potensi penurunan kualitas layanan secara sementara,” ujar Abdullah Fahmi dalam keterangan tertulisnya kepada TEKNOBUZZ. Beliau menambahkan bahwa dampak ini sangat bergantung pada durasi pemadaman dan tingkat ketergantungan wilayah tersebut pada suplai listrik utama.
Dampak Lokal dan Antisipasi Trafik
Menurut Fahmi, gangguan yang terjadi di lapangan bersifat lokal dan sementara. Beberapa dampak yang terdeteksi antara lain:
- Penurunan kualitas sinyal atau kapasitas layanan di area terdampak.
- Potensi lonjakan trafik di BTS terdekat karena adanya pengalihan jaringan secara otomatis (redistribution traffic).
- Gangguan akses layanan data khusus pada wilayah yang mengalami durasi pemadaman listrik lebih lama.
Meski demikian, Telkomsel menegaskan bahwa mayoritas pelanggan tetap bisa mengakses layanan komunikasi dan secara nasional kondisi jaringan tetap terjaga dengan aman. Dari sisi bisnis, kerugian yang timbul dipastikan sangat terbatas dan dapat dikelola dengan baik berkat kesiapan infrastruktur serta respons cepat tim teknis.
Andalkan Ratusan BTS Green Energy & Genset Mobile
Untuk meminimalisir dampak pemadaman yang meluas, Telkomsel menerapkan sejumlah langkah mitigasi proaktif. Selain mengoptimalkan baterai cadangan , perusahaan juga mengerahkan genset mobile (mobile backup power) langsung ke titik-titik krusial yang terdampak.
Menariknya, ketahanan jaringan Telkomsel kali ini juga ditopang oleh adopsi teknologi ramah lingkungan. Saat ini, terdapat ratusan site BTS yang sudah berbasis energi terbarukan (green energy).
“Kami telah mengimplementasikan BTS berbasis green energy, termasuk penggunaan panel surya (solar power) dan solusi mikro-hidro, terutama di wilayah dengan akses listrik terbatas atau tidak stabil,” jelas Fahmi. Keberadaan BTS green energy ini terbukti membantu memperkuat ketahanan operasional jaringan saat pasokan listrik konvensional padam.
Guna mengantisipasi situasi darurat yang dinamis, Telkomsel terus melakukan pemantauan operasional selama 24 jam penuh. Manajemen juga melakukan pengaturan kapasitas jaringan secara dinamis serta berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait—termasuk penyedia daya utama—demi memastikan kelancaran komunikasi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan berarti.


