13.4 C
New York
Monday, May 11, 2026

Buy now

VIDA Tawarkan Solusi Deteksi Penipuan Identitas lewat ID FraudShield

TEKNOBUZZ – VIDA meluncurkan ID FraudShield, teknologi deteksi penipuan identitas terpadu pertama yang menggabungkan verifikasi biometrik dengan analisis perangkat dan deteksi fraud secara real-time dalam satu integrasi.

Peluncuran ID FraudShield dilatarbelakangi oleh sebuah realitas baru di industri keuangan. Selama bertahun-tahun, liveness detection dianggap sebagai standar utama dalam verifikasi identitas karena mampu memastikan kehadiran manusia asli dan mencegah penggunaan foto, video, maupun deepfake. Namun kini, fraud tidak lagi hanya menyerang melalui manipulasi wajah. Serangan telah berpindah ke perangkat, jaringan, perilaku pengguna, hingga transaksi itu sendiri.

Para pelaku kini memanfaatkan metode yang lebih mutakhir, seperti injection attack yang menyisipkan gambar palsu langsung ke dalam sistem verifikasi. Selain itu, mereka menggunakan emulator farm untuk menjalankan ribuan identitas dan perangkat tiruan agar aksi fraud tidak terdeteksi, serta GPS spoofing untuk memalsukan lokasi. Semua teknik ini sengaja dikembangkan agar dapat melewati pemeriksaan biometrik tanpa terdeteksi.

“Untuk menangani metode penipuan ini, satu lapisan verifikasi saja tidak lagi cukup. Ada tiga faktor yang harus diverifikasi secara bersamaan yakni orangnya, identitasnya, dan perangkat yang digunakan,” kata Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.

Lebih lanjut disampaikan Niki, ID FraudShield adalah solusi bagi perusahaan untuk mengkalkulasikan lagi risiko penipuan dan bagaimana menanganinya.

Liveness dan ID FraudShield dikembangkan untuk menjawab tantangan fraud yang semakin kompleks di sektor keuangan, mulai dari bank, multifinance, pinjaman digital, asuransi, hingga platform pembayaran. Solusi ini memungkinkan perusahaan mendeteksi risiko fraud lebih cepat sekaligus tetap menjaga pengalaman pengguna dan kepatuhan regulasi.

“Kami membangun solusi ini karena melihat sendiri bagaimana penipuan bisa lolos dari liveness tanpa terdeteksi. Di saat yang sama, banyak perusahaan sebenarnya kurang memiliki visibilitas untuk mengenali risiko tersebut. Lewat teknologi ini, kami ingin membantu industri mendeteksi fraud yang sebelumnya tidak terlihat,” tutup Niki.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles