23.6 C
New York
Saturday, July 18, 2026

Buy now

Aktivitas Digital Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Selama Ramadan dan Idul Fitri

TEKNOBUZZ – Periode Ramadan dikenal sebagai salah satu momen dengan aktivitas digital tertinggi di Indonesia. Peningkatan transaksi online, aktivitas belanja digital, donasi serta komunikasi melalui berbagai platform digital sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai bentuk penipuan dan rekayasa sosial.

Oleh karenanya, PT ITSEC Asia Tbk mengajak masyarakat dan juga organisasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Berdasarkan pemantauan tim Threat Intelligence ITSEC, aktivitas serangan siber selama Ramadan 2026 secara umum menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Maret 2025 tercatat 45 kasus defacement, 77 kasus kebocoran data dan 2 kasus ransomware. Sementara pada Maret 2026 jumlah tersebut menurun menjadi 23 kasus defacement, 65 kebocoran data dan 1 ransomware.

Upaya serangan Distributed Denial of Service atau DDoS juga menunjukkan tren penurunan. Data pemantauan dari platform Horizon Scout mencatat sekitar 30.600 percobaan serangan pada Maret 2025 dan sekitar 17.900 percobaan pada Maret 2026.
Meski demikian para pelaku kejahatan siber kini semakin memanfaatkan momentum Ramadan untuk melakukan berbagai bentuk penipuan digital yang menargetkan masyarakat.

“Ramadan adalah momen kebersamaan bagi masyarakat Indonesia. Namun di saat yang sama para pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan meningkatnya aktivitas digital pada periode ini. Karena itu kesadaran keamanan digital menjadi sangat penting bagi masyarakat dan organisasi,” ujar Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia.

Lebih lanjut Patrick menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor industri dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan siber nasional. ITSEC berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia melalui pemantauan ancaman siber, penguatan kapasitas keamanan digital dan edukasi keamanan siber bagi masyarakat.

Modus Penipuan Ramadan Semakin Beragam

Tim Threat Intelligence ITSEC menemukan sejumlah pola penipuan yang konsisten muncul selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Beberapa modus yang paling sering digunakan antara lain donasi amal palsu, promo Ramadan atau diskon Lebaran palsu, penipuan undian hadiah, penipuan belanja online dan pesan palsu terkait pencairan THR.

Selain itu terdapat pula modus penyebaran file APK yang menyamar sebagai aplikasi kurir pengiriman paket serta tawaran kerja paruh waktu dengan iming-iming komisi tinggi.
Salah satu contoh kasus yang teridentifikasi adalah akun media sosial palsu yang menawarkan undian hadiah mobil, emas hingga perjalanan umrah dengan mengatasnamakan lembaga tertentu yang kemudian terbukti sebagai penipuan.

Serangan Semakin Meyakinkan Dengan Bantuan AI

ITSEC juga mengamati bahwa pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk membuat serangan menjadi lebih meyakinkan.

Teknologi ini memungkinkan pembuatan pesan phishing dengan bahasa yang sangat natural sehingga terlihat seperti komunikasi resmi dari bank atau institusi pemerintah. Selain itu pelaku juga dapat membuat situs web palsu yang sangat mirip dengan layanan asli serta menggunakan teknologi voice cloning dan deepfake untuk meniru identitas seseorang.

Perkembangan ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan antara komunikasi yang asli dan yang palsu.

Pemerintah Menjadi Target Serangan Terbanyak

Selama periode pemantauan antara 18 Februari hingga 13 Maret 2026 sektor pemerintah tercatat sebagai sektor yang paling banyak menjadi target serangan dengan total 56 insiden yang sebagian besar berkaitan dengan kebocoran data dan defacement situs.

Sektor lain yang juga mengalami insiden antara lain pendidikan, layanan keuangan, logistik, perdagangan dan organisasi sosial.

Baca juga: ITSEC Proteksi Pengguna Smartphone Infinix dengan IntelliBroń

Langkah Keamanan Digital untuk Masyarakat

Untuk membantu masyarakat menghindari risiko penipuan digital selama Ramadan dan Idul Fitri ITSEC merekomendasikan beberapa langkah keamanan dasar:

  1. Selalu verifikasi tautan, nomor rekening atau QRIS sebelum melakukan transaksi atau donasi
  2. Hindari mengunduh file APK dari pesan WhatsApp, SMS atau email
  3. Aktifkan two factor authentication pada akun penting seperti email dan mobile banking
  4. Periksa nama penerima sebelum menyelesaikan pembayaran QRIS
  5. Gunakan solusi perlindungan keamanan digital yang dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan melindungi perangkat dari ancaman siber seperti IntelliBroń Aman yang dikembangkan oleh ITSEC untuk membantu meningkatkan keamanan digital pengguna

Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan digital masyarakat diharapkan aktivitas Ramadan dan Idul Fitri dapat berlangsung dengan lebih aman di ruang digital.

“Keamanan digital tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi atau pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat sebagai pengguna teknologi. Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah perlindungan yang tepat kita dapat bersama sama menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi semua,” tutup Patrick Dannacher.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles