12.5 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

Maybank Indonesia Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Digital Jelang Libur Lebaran

TEKNOBUZZ – Menjelang libur Lebaran, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih. Tingginya aktivitas transaksi selama periode mudik dan libur panjang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aksinya.

Direktur Kepatuhan PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Yessika Effendi, melalui keterangan resminya mengatakan bahwa pelaku penipuan kini banyak menggunakan teknik social engineering dan phishing untuk memperoleh data pribadi serta akses ke perangkat korban. Modus ini biasanya memanfaatkan manipulasi psikologis agar korban panik dan tanpa sadar memberikan informasi sensitif.

“Modus penipuan digital terus berkembang dan menggunakan teknik manipulasi psikologis, di mana pelaku memanfaatkan kepanikan korban agar secara sadar memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN, hingga password. Momentum Lebaran sering dimanfaatkan karena masyarakat cenderung lebih lengah dengan adanya berbagai kegiatan,” ujar Yessika.

Dalam banyak kasus, pelaku menghubungi korban dengan mengaku sebagai pegawai bank, petugas pajak, dinas kependudukan, hingga aparat penegak hukum. Korban kemudian diberi informasi mengenai transaksi mencurigakan dan diminta mengklik tautan palsu yang menyerupai situs resmi untuk membatalkan transaksi tersebut.

Baca juga: Maybank Syariah Hadirkan Salam Festival dan Ramadhan Relief Regional

Selain itu, pelaku juga kerap meminta korban mengunduh file APK berisi malware, melakukan share screen melalui aplikasi pesan instan, memberikan izin akses pada perangkat, hingga mentransfer sejumlah dana dengan alasan biaya administrasi atau materai.

Jika korban mengikuti instruksi tersebut, pelaku dapat mengambil alih ponsel dan mengakses layanan mobile banking tanpa izin. Bahkan, pelaku bisa membaca OTP, mengubah password akun perbankan maupun email, hingga mengirim pesan penipuan ke kontak korban.

“Perlu dipahami bahwa pelaku tidak meretas sistem bank. Mereka memanipulasi korban agar menyerahkan aksesnya sendiri. Karena itu, kewaspadaan nasabah menjadi benteng utama dalam pengamanan dana mereka sendiri,” tegas Yessika.

Sebagai langkah pencegahan, Maybank Indonesia mengimbau nasabah untuk tidak mengklik tautan atau mengunduh file mencurigakan. Untuk transaksi perbankan, nasabah disarankan hanya menggunakan kanal resmi seperti M2U ID Web dan M2U ID App yang tersedia di App Store dan Play Store dengan nama pencarian “Maybank2u ID”.

Nasabah juga diingatkan agar tidak pernah membagikan data rahasia seperti OTP, PIN, TAC, passcode Secure2u, maupun kode CVV/CVC kepada siapa pun. Jika menerima informasi transaksi mencurigakan, masyarakat diminta tetap tenang, menghentikan komunikasi, dan segera menghubungi layanan pelanggan resmi.

Maybank Indonesia juga mendorong nasabah untuk rutin memeriksa notifikasi transaksi, mengecek saldo secara berkala, serta mengganti PIN dan password demi meningkatkan keamanan akun digital.

“Keamanan transaksi digital adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan yang tinggi, masyarakat dapat menjalani momen Lebaran dengan aman dan nyaman tanpa gangguan kejahatan siber,” tutup Yessika.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles