TEKNOBUZZ ā Digitalisasi UMKM terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pertumbuhan usaha. Hal ini dibuktikan oleh Mau Laundry, bisnis penatu yang dikelola Muhammad Irfan.
Dengan memanfaatkan layanan DANA Bisnis dari DANA, Irfan berhasil menata keuangan, mempercepat arus kas, hingga membuka peluang franchise di Jakarta Timur dan Bekasi.
Di tengah persaingan bisnis laundry yang semakin padat, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala seperti pencatatan manual, transaksi tunai yang rawan selisih, serta promosi yang belum optimal secara digital. Irfan mengatasi tantangan tersebut melalui lima langkah digitalisasi praktis. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga: DANA Perkuat Peran Global di WEF Davos 2026
1. Memperkuat kehadiran digital
Mau Laundry mengandalkan WhatsApp sebagai kanal pemesanan cepat serta mengoptimalkan Google Maps dengan rutin memperbarui informasi dan membalas ulasan pelanggan. Strategi ini membantu bisnisnya lebih mudah ditemukan saat pelanggan mencari layanan laundry terdekat.
2. Menerapkan pembayaran nontunai melalui QRIS yang terhubung ke DANA Bisnis
Sistem ini memastikan transaksi tercatat otomatis sehingga meminimalkan kesalahan perhitungan dan mempercepat proses layanan.
3. Memantau pemasukan secara real time
Dengan riwayat transaksi digital, Irfan tidak lagi harus menghitung uang tunai setiap hari. Ia dapat langsung melihat arus kas usaha melalui ponsel.
4. Memisahkan uang usaha dan uang pribadi
Sejak menggunakan akun DANA Bisnis, arus kas bisnisnya tercatat terpisah sehingga lebih mudah menghitung biaya operasional dan keuntungan bersih.
5. Mempercepat perputaran kas untuk kebutuhan operasional
Saldo dari pembayaran pelanggan dapat langsung digunakan untuk membeli perlengkapan laundry tanpa proses transfer tambahan, sehingga operasional tetap lancar.
āWaktu awal mengelola Mau Laundry, saya lebih banyak mengandalkan ingatan sehingga sulit memperkirakan kapan usaha akan ramai. Akibatnya, saya kesulitan mengatur pengeluaran juga,ā ujar Irfan.Ia menambahkan, āSejak digitalisasi, transaksi dan arus kas lebih tertata, pekerjaan repetitif berkurang, risiko kesalahan menipis, dan layanan bisa berjalan lebih stabil.ā
Kisah Mau Laundry menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak harus rumit. Dengan langkah sederhana dan pemanfaatan teknologi finansial, pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi, menjaga arus kas tetap sehat, dan membuka peluang ekspansi bisnis secara berkelanjutan.


