TEKNOBUZZ – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional 2026, dunia kini menyoroti tema strategis yaitu “Kekuatan pemuda dalam membangun pengajaran bersama” (The power of youth in co-creating education). Generasi muda kini bukan lagi sekadar penerima ilmu pasif, melainkan perancang aktif sistem pembelajaran masa depan.

CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania dalam keterangan resminya, menekankan bahwa sebagai digital natives, suara pemuda sangat krusial dalam membentuk proses belajar yang inklusif dan berkualitas di tengah transformasi teknologi yang cepat.
Di wilayah Asia Tenggara dan Oseania (SEAO), kesenjangan digital bukan sekadar masalah infrastruktur atau bandwidth. Samsung memandangnya sebagai kesenjangan peluang. Tanpa perangkat dan akses yang mumpuni, siswa kehilangan kesempatan untuk berperan dalam ekonomi masa depan.
Hingga tahun 2025, sebanyak 59% sekolah di wilayah ini telah berinvestasi dalam teknologi modern. Namun, teknologi hanyalah alat. Kunci keberhasilannya terletak pada pengajar yang kompeten. Melalui Samsung Learning Hub, perusahaan menyediakan pelatihan bagi guru agar teknologi dapat mendukung metode pengajaran secara optimal, bukan sebaliknya.
Baca juga: Ini Deretan TV & Monitor OLED 2026 Samsung dengan NVIDIA G-SYNC
Program Samsung Digital Lighthouse School menjadi bukti nyata transformasi digital yang berkelanjutan. Di Indonesia, institusi seperti SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dan Thursina International Islamic Boarding School telah bergabung dalam program ini. Hasilnya, para guru lebih percaya diri dalam menciptakan pembelajaran interaktif.
Sementara beban administrasi berkurang berkat bantuan teknologi. Pemberdayaan sejati terjadi ketika generasi muda memiliki keterampilan memecahkan masalah dunia nyata. Program CSR unggulan seperti Samsung Solve for Tomorrow mengajak siswa menerapkan ilmu STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) untuk isu sosial.
“Pada tahun 2025, hampir 17.000 anak muda berpartisipasi dalam program ini, menunjukkan semangat tinggi dalam menciptakan solusi kreatif bagi komunitas mereka,” jelas CU Kim.
Selain itu, Samsung Innovation Campus telah membekali lebih dari 24.000 peserta dengan keahlian coding, AI, dan IoT. Langkah ini memastikan generasi mendatang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membangun teknologi masa depan.Pendidikan adalah upaya kolaboratif. Dengan menutup celah akses hari ini, kita membuka pintu bagi inovasi pemuda untuk membangun dunia yang lebih baik esok hari.



