-1.2 C
New York
Saturday, December 6, 2025

Buy now

NetApp Kenalkan Fitur Deteksi Kebocoran Data

TEKNOBUZZ – NetApp mengumumkan kehadiran layanan NetApp Ransomware Resilience yang diperbarui dan berganti nama dan dilengkapi kemampuan mendeteksi kebocoran data.

Layanan ini memungkinkan pelanggan menjadikan infrastruktur data mereka sebagai bagian utama dari strategi keamanan menyeluruh dengan deteksi ransomware berbasis AI terintegrasi serta dua kemampuan baru: kemampuan pertama di industri untuk penyimpanan perusahaan untuk mendeteksi kebocoran data; serta lingkungan pemulihan terisolasi yang memungkinkan proses pemulihan data penting secara aman dan bersih.

Saat perusahaan menghadapi tantangan paling mendesak, yaitu inovasi AI, modernisasi data, ketahanan siber, dan transformasi cloud, mereka memerlukan infrastruktur data yang aman, andal, dan efisien. Meskipun investasi dalam AI membuka peluang luar biasa bagi perusahaan, hal ini juga memperluas titik rentan serangan.

NetApp menjadikan infrastruktur data sebagai bagian penting dari strategi keamanan perusahaan dengan memanfaatkan AI untuk melindungi data dan menghilangkan gangguan operasional.

“Untuk melindungi data Anda dari serangan siber secara efektif, Anda perlu mengetahui kejadian tersebut secepat mungkin agar dapat mengambil tindakan,” kata Gagan Gulati, Senior Vice President dan General Manager, Data Services di NetApp.

Lebih lanjut, dengan kemampuan baru berbasis AI untuk mendeteksi tanda awal percobaan eksfiltrasi data di atas kemampuan unggulan layanan yang sudah ada untuk mendeteksi serangan ransomware pada data terstruktur maupun tidak terstruktur, membuat data perusahaan menjadi lebih aman.

“Penyimpanan adalah garis pertahanan terakhir untuk melindungi aset paling berharga pelanggan kami, yaitu data dan kami terus berinovasi di atas sistem penyimpanan paling aman di dunia,” imbuhnya.

Menurut Michael Thiotrisno, Country Manager, NetApp Indonesia, perjalanan transformasi digital di Indonesia yang didorong oleh inisiatif Visi Digital Indonesia 2045 telah menjadikan data sebagai tulang punggung bagi setiap sektor.

“Melalui NetApp Ransomware Resilience, tujuan kami adalah membantu organisasi di Indonesia melindungi data mereka dengan penuh keyakinan, tidak hanya dengan mencegah serangan tetapi juga dengan memastikan pemulihan yang cepat dan bersih ketika terjadi gangguan. Dengan cara inilah bisnis dapat menjaga keberlanjutan operasional, melindungi kepercayaan, dan terus mendorong kemajuan agenda digital nasional,” katanya.

Peningkatan ini memperkuat kepemimpinan NetApp dalam bidang ketahanan siber sekaligus melengkapi kemampuan yang sudah ada, seperti deteksi berbasis AI yang terintegrasi langsung dalam ONTAP. Fitur NetApp ONTAP Autonomous Ransomware Protection dengan Artificial Intelligence (ARP/AI) yang telah mendapatkan berbagai penghargaan kini sepenuhnya mendukung penyimpanan data dalam format file maupun blok.

Dalam pengujian eksternal, teknologi ini menunjukkan tingkat deteksi hingga 99 persen terhadap serangan ransomware berbasis enkripsi penuh dengan nol kesalahan positif, menunjukkan kemampuannya beroperasi dalam konteks bisnis tanpa menimbulkan kelelahan akibat peringatan berlebih.

“NetApp menerapkan pendekatan secure by design yang menempatkan solusi penyimpanannya bukan hanya sebagai garis pertahanan terakhir terhadap ancaman siber, tetapi juga sebagai garis pertahanan pertama,” ujar Philip Bues, Senior Research Manager, Cloud Security dan Confidential Computing di IDC.

Seiring dengan berkembangnya taktik para pelaku kejahatan siber, termasuk penggunaan metode pemerasan ganda dalam pola serangan ransomware, pengumuman terbaru ini disampaikannya menunjukkan bahwa NetApp terus beradaptasi untuk membuktikan posisinya sebagai salah satu platform penyimpanan paling aman di industri.

“Fitur baru untuk mendeteksi kebocoran data memberikan peringatan dini yang sangat penting bagi perusahaan agar dapat menghentikan dan menanggapi ancaman siber sebelum berdampak pada bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa NetApp bukan sekadar perusahaan penyimpanan, melainkan mitra terpercaya yang berkomitmen untuk menjawab prioritas paling penting bagi pelanggannya,” jelasnya.

NetApp juga mengumumkan berbagai pembaruan di seluruh portofolionya, termasuk peningkatan kapabilitas AI yang mewujudkan visi AI perusahaan dengan memadukan penyimpanan berkinerja tinggi dan layanan data cerdas ke dalam satu solusi yang aman dan mudah ditingkatkan skalanya.

Meskibdemikian, NetApp menyampaikan bahwa tidak ada sistem deteksi atau pencegahan ransomware yang dapat sepenuhnya menjamin perlindungan dari serangan. Meski serangan mungkin tidak selalu terdeteksi, teknologi NetApp berfungsi sebagai lapisan pertahanan tambahan yang penting.

“Riset kami menunjukkan bahwa teknologi NetApp memiliki tingkat deteksi yang sangat tinggi terhadap jenis serangan ransomware berbasis enkripsi file tertentu,” pungkas NetApp.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles