TEKNOBUZZ – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) bersama BBC Media Action menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menggagas Peta Jalan Mengatasi Mis-/Disinformasi di Indonesia” di Jakarta, Rabu (14/8/2025). Acara ini menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem informasi yang tangguh di tengah maraknya hoaks dan manipulasi informasi asing.
Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, menilai penanganan misinformasi dan disinformasi tak bisa hanya mengandalkan pendekatan reaktif. Menurutnya, dibutuhkan strategi jangka panjang yang terukur dan adaptif.
“Kita menghadapi tantangan serius, yaitu derasnya arus misinformasi, disinformasi, bahkan manipulasi informasi asing yang sistematis. Ini bukan sekadar ancaman komunikasi, tetapi ancaman terhadap kohesi sosial, demokrasi, dan kedaulatan informasi bangsa,” ujar Sarwoto disela acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menggagas Peta Jalan Penanganan Mis-/Disinformasi di Indonesia” di Jakarta.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat, sepanjang 2023 terdapat lebih dari 11.000 konten disinformasi yang beredar di ruang digital Indonesia. Isu politik, kesehatan, dan SARA menjadi dominan, dengan WhatsApp, Facebook, dan TikTok sebagai saluran utama penyebaran. Sementara Survei Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) juga menegaskan bahwa Indonesia menjadi target Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI), yang memanfaatkan lemahnya literasi digital dan polarisasi politik.

Baca juga: Tidak Ada Rencana Pembatasan WhatsApp Call, Mastel Tekankan Perlunya Dialog Bersama dan Regulasi
FGD ini memfokuskan pada tiga agenda utama: mengidentifikasi tantangan, menghimpun masukan awal untuk Peta Jalan Nasional, dan membangun jejaring kolaboratif lintas sektor. Hasilnya akan dituangkan dalam policy paper yang akan diserahkan kepada pemerintah dan ASEAN.
“Kita perlu kebijakan yang presisi, adaptif, dan kontekstual. Tidak cukup hanya memburu hoaks, tetapi harus proaktif melindungi ruang informasi kita dari ancaman jangka panjang,” tambah Sarwoto.
Menariknya, forum ini juga membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis untuk mendeteksi dan memverifikasi informasi. Perwakilan BBC Media Action menegaskan pentingnya berbagi praktik baik antarnegara.
“Isu disinformasi adalah tantangan global. Kolaborasi internasional dapat mempercepat adopsi teknologi dan pendekatan berbasis bukti untuk melindungi masyarakat,” ungkap perwakilan BBC Media Action.
FGD ini merupakan bagian dari Program Public Interest Media and Healthy Information Environments (PIMHIE) yang dijalankan MASTEL bersama BBC Media Action. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem informasi yang inklusif, bertanggung jawab, dan tahan terhadap gempuran hoaks di era digital.


