12.5 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

5 Tren AI 2025 Versi IBM di Asia-Pasifik

TEKNOBUZZ – Laporan terbaru “APAC AI Outlook 2025” dari IBM mengungkapkan lima tren strategis yang akan membentuk masa depan Artificial Intelligence (AI) di kawasan Asia-Pasifik. Fokus utama laporan ini adalah pengembalian investasi (ROI) dalam proyek AI, yang diharapkan akan menjadi kunci pertumbuhan bisnis pada tahun 2025.

Berikut adalah lima tren utama yang diidentifikasi dalam laporan tersebut.

Tren AI 2025

  1. Fokus pada Pendapatan Berbasis AI

Perusahaan akan memprioritaskan proyek AI yang mendukung tujuan strategis bisnis, seperti inovasi dan peningkatan pendapatan. Dengan memanfaatkan use case yang berorientasi pada ROI, AI tidak hanya akan menjadi alat, tapi juga meningkatkan pendapatan perusahaan.

  1. Model Open-Source yang Lebih Spesifik

Model AI open-source dengan desain yang lebih kecil dan spesifik akan menjadi pilihan populer. Model ini dirancang untuk tugas tertentu, seperti pemahaman bahasa lokal atau tugas komputasi sederhana, dengan efisiensi yang lebih tinggi dan jejak karbon lebih rendah.

  1. Solusi “Unified AI” yang fleksibel

Perusahaan akan mengadopsi alat canggih untuk memastikan visibilitas, keamanan, dan integrasi AI yang lebih baik. Pendekatan ini akan memungkinkan solusi “Unified AI” yang fleksibel, hemat biaya, dan mudah diimplementasikan.

  1. Agentic AI dalam Dunia Kerja

Agentic AI, yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dan berkolaborasi dengan manusia, akan mengubah cara kerja perusahaan. Dengan efisiensi yang lebih tinggi dan kemampuan adaptasi, teknologi ini akan memberikan nilai tambah signifikan bagi bisnis.

  1. AI Tak Akan Mengganti Peran Manusia

AI digunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan dan tugas sehari-hari.

Tren AI 2025
Roy Kosasih, Presiden Direktur IBM Indonesia

“AI tidak akan menggantikan peranan manusia misalnya dalam pekerjaan. Karena pasti butuh manusia untuk mengembangkan dan mengoperasikan AI itu sendiri,” ujar Roy Kosasih, Presiden Direktur IBM Indonesia di Kantor IBM, Jakarta, Rabu (4/12/2024).

Baca juga: Risiko Bencana AI di Depan Mata, Regulasi Ketat Sangat Dibutuhkan

Menurut Roy, masa depan AI adalah tentang kolaborasi harmonis antara manusia dan teknologi. Dengan pendekatan strategis ini, AI dapat mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.

Dengan pendekatan human-centric, perusahaan dapat menciptakan solusi yang empatik, memperkuat hubungan pelanggan, dan membuka peluang baru untuk inovasi.

Laporan ini memberikan panduan bagi organisasi untuk mempercepat inisiatif AI mereka, mengatasi tantangan, dan memanfaatkan peluang transformasi digital secara maksimal.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles