20.2 C
New York
Wednesday, June 3, 2026

Buy now

Gawat, Dampak AI Bisa Ancam Pekerja Perempuan

TEKNOBUZZ – Selain menjanjikan efisiensi dan meningkatkan produktivitas, kehadiran AI juga memiliki dampak yang dapat mengancam sejumlah lapangan pekerjaan, terutama terhadap pekerja perempuan.

Pekerja perempuan akan terkena dampak lebih besar ketimbang laki-laki imbas automasi AI ini, khususnya di sektor-sektor yang bergantung pada pekerjaan repetitif yang bisa diotomatisasi.

Berdasarkan hasil riset IMD World Talent Ranking  2024, Arturo Bris, Direktur IMD World Competitiveness Center (WCC) memberikan tiga poin penting pengaruh AI terhadap ketersediaan lapangan kerja.

Yang pertama adalah bahwa, kecerdasan buatan akan mengubah lapangan pekerjaan. AI disebutkan akan mengubah lapangan pekerjaan, namun belum ada penelitian yang jelas menunjukkan apakah AI akan menambah atau mengurangi lapangan pekerjaan.

Jika AI menghilangkan sejumlah lapangan kerja yang ada, maka pemerintah perlu memikirkan bagaimana cara untuk membuka lapangan kerja baru.

Pengaruh yang kedua adalah lapangan kerja di negara maju lebih terdampak oleh AI. Menurut data Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO/Internasional Labour Organization) PBB, AI akan mengubah atau menggantikan 5,5% pekerjaan di negara berpendapatan tinggi dan hanya kurang dari 0,4% di negara berpendapatan rendah. Hal ini terkait lebih terbatasnya akses teknologi di negara kurang berkembang.

Yang ketiga, AI juga diyakini memperburuk inklusi dan diskriminasi. Algoritma AI yang bias bisa meningkatkan diskriminasi di tempat kerja. Data ILO menemukan automasi pekerjaan memberi pengaruh berdasarkan gender.

Otomatisasi pekerjaan dengan AI akan memengaruhi pekerja perempuan di negara maju (7,9%) ketimbang laki-laki (2,9%). Sementara di negara berkembang perempuan  (2,7%) pun lebih terdampak AI ketimbang pria (1,3%). Sehingga penggunaan AI untuk perekrutan, promosi, dan evaluasi kinerja, perlu mengevaluasi ulang soal keadilan dan akuntabilitas algoritma AI yang dipakai.

Baca juga: Teknologi AI dapat Mendeteksi dan Mencegah Serangan Siber

Untuk itu, pemerintah dan pengambil kebijakan disarankan untuk segera melakukan antisipasi. Misalnya dengan menyiapkan pelatihan ulang tenaga kerja dan rencana penanggulangan terhadap tingkat pengangguran dari mereka yang terdampak AI dan kaum marginal.

Pencegahan ini perlu dilakukan agar tak berkembang menjadi gejolak sosial dan berdampak kemampuan suatu negara untuk menarik talenta asing.

Sebab, tenaga ahli asing kurang berminat untuk masuk ke negara-negara yang memiliki masalah sosial, sehingga mereka memilih lari ke negara lain. Kurangnya daya tarik ini ujungnya akan berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles