TEKNOBUZZ – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi digital nasional. Dalam acara Digital Banking & Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia’s Sleeping Giant, Amar Bank menyoroti potensi besar sektor UMKM yang disebut sebagai “sleeping giant”.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 64,2 juta unit UMKM di Indonesia yang berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja nasional. Meski begitu, akses pembiayaan formal masih menjadi tantangan karena penyaluran kredit UMKM baru mencapai sekitar 19,4% dari total kredit perbankan, jauh dari target pemerintah sebesar 30%.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan bahwa perbankan digital memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
“Melalui solusi keuangan digital yang aman, andal, dan mudah diakses, perbankan digital dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan berdaya saing,” ujar Vishal.
Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda.
“Keterbatasan akses layanan keuangan formal masih menjadi kendala utama bagi pelaku UMKM di Indonesia. Tingkat adopsi layanan keuangan masih timpang antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Selain itu, banyak pelaku UMKM menghadapi hambatan administratif ketika mengajukan pembiayaan dari perbankan,” jelas Nailul.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, menjelaskan bahwa pihaknya menghadirkan solusi digital yang membantu pelaku UMKM mengelola administrasi dan keuangan usaha secara lebih terstruktur melalui layanan Amar Bank Bisnis.
“Pencatatan keuangan yang rapi dapat meningkatkan peluang UMKM memperoleh pembiayaan formal dari lembaga keuangan,” ungkap Josua.
Selain fokus pada pemberdayaan UMKM, Amar Bank juga memperkuat inovasi teknologi dalam operasionalnya. Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menegaskan perusahaan terus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses underwriting, serta memperkuat manajemen risiko.
Sebagai bank digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, Amar Bank optimistis momentum tahun Kuda Api 2026 akan menjadi peluang untuk memperluas ekosistem pembayaran digital, memperkuat layanan perbankan berbasis teknologi, serta menghadirkan solusi finansial yang lebih inklusif bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Indonesia.


