2.7 C
New York
Sunday, February 15, 2026

Buy now

spot_img

SeaBank Dorong Gaya Hidup Digital Anak Muda Tetap Aman Finansial di 2026

TEKNOBUZZ – Gaya hidup digital kian melekat dalam keseharian anak muda Indonesia. Mulai dari ngopi sepulang kerja, langganan platform hiburan, belanja daring, hingga transaksi harian kini sepenuhnya dilakukan lewat ponsel. Di tengah kemudahan tersebut, pengelolaan keuangan menjadi tantangan baru agar gaya hidup tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas finansial jangka menengah dan panjang.

SeaBank melihat tren ini sebagai momentum untuk mendorong kebiasaan finansial yang lebih sadar di kalangan generasi muda. Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, menegaskan bahwa tantangan utama anak muda saat ini bukan sekadar menahan konsumsi.

“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekadar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” ujar Lindawati.

Kesadaran pengelolaan keuangan nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen. Namun, peningkatan literasi tersebut perlu diiringi praktik nyata, terutama bagi generasi yang sangat aktif bertransaksi digital.

Menurut Lindawati, kebiasaan menggunakan satu rekening untuk semua kebutuhan kerap membuat arus pengeluaran sulit dikontrol.

“Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup. Tabungan digital berfungsi sebagai pusat transaksi harian, sementara deposito berjangka membantu membangun disiplin karena dana tidak mudah dicairkan secara impulsif,” jelas Lindawati.

Pendekatan ini selaras dengan karakter Gen Z dan Milenial yang mengandalkan bank digital sebagai bagian dari gaya hidup. Kemudahan, kecepatan, dan transparansi menjadi alasan utama. SeaBank sendiri mencatat rata-rata lebih dari 10 juta transaksi per hari, mencerminkan tingginya adopsi layanan keuangan digital.

Untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, deposito digital dinilai relevan sebagai penyeimbang antara menikmati hidup hari ini dan menyiapkan masa depan.

“Deposito digital bukan hanya produk simpanan, tetapi alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat,” pungkas Lindawati.

Di balik kemudahan digital, aspek keamanan tetap menjadi fondasi. SeaBank berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta berada dalam pengawasan Bank Indonesia. Dengan pengelolaan yang lebih sadar, gaya hidup modern pun dapat berjalan seiring dengan keuangan yang aman dan berkelanjutan.

spot_img

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles