TEKNOBUZZ – Mazda akhirnya menunjukkan keseriusannya di pasar kendaraan listrik dengan meluncurkan Mazda 6e di Inggris pada Februari 2026. Model ini hadir sebagai sedan listrik bergaya premium yang jauh lebih kompetitif dibanding upaya EV Mazda sebelumnya, terutama dari sisi jarak tempuh dan teknologi baterai.
Secara desain, Mazda 6e tetap mempertahankan DNA khas Mazda, meski secara teknis menggunakan platform dari Changan Deepal SL03. Kolaborasi ini memungkinkan Mazda menekan biaya pengembangan, sekaligus menghadirkan sedan listrik dengan tampilan elegan yang terasa familiar bagi penggemar mobil bermesin bensin Mazda.

Mengutip ArenaEV, Mazda 6e dibekali motor listrik di roda belakang dengan tenaga 254 hp dan torsi 290 Nm. Akselerasi dari nol hingga 100 km/jam dicapai dalam 7,9 detik.
Angka ini memang bukan yang tercepat di kelasnya, namun cukup untuk kebutuhan harian dengan karakter berkendara yang nyaman dan halus. Salah satu peningkatan terbesar ada pada sektor baterai. Mazda 6e menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 78 kWh.
Dalam sekali pengisian penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 560 km. Untuk pengisian cepat, dukungan daya hingga 195 kW memungkinkan pengisian dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 24 menit.
Di Inggris, Mazda 6e ditawarkan dalam dua varian, yakni Takumi dan Takumi Plus. Varian Takumi Plus menawarkan interior lebih mewah dengan balutan kulit Nappa, atap kaca, dan material suede.
Dari sisi harga, Mazda 6e diposisikan bersaing dengan Tesla Model 3, meski banderolnya sedikit lebih tinggi. Di Inggris, varian dasar Takumi dibanderol €45.726 atau setara sekitar Rp914,5 juta.
Sementara varian Takumi Plus, yang menawarkan interior lebih mewah seperti jok kulit Nappa, panoramic glass roof, dan material suede, dijual €46.898 atau sekitar Rp938 juta. Harga ini relatif sebanding dengan Tesla Model 3 di Inggris yang dijual sekitar Rp891 juta.
Menariknya, harga Mazda 6e di China jauh lebih murah. Di pasar domestik Tiongkok, mobil ini dijual dengan nama EZ-6. Varian dasarnya dibanderol RMB 159.800 atau sekitar Rp385,8 juta.
Sementara varian tertinggi dijual RMB 181.800 atau sekitar Rp439 juta. Perbedaan harga mencolok terjadi jika dibandingkan dengan pasar Tiongkok, tempat mobil ini diproduksi dengan nama EZ-6. Di sana, harga jualnya jauh lebih murah akibat dukungan subsidi pemerintah dan perbedaan pajak.
Sementara di Inggris, harga sudah termasuk bea impor dan PPN.Terlepas dari isu harga, Mazda 6e menjadi langkah besar bagi Mazda dalam era elektrifikasi. Dengan jarak tempuh panjang, interior premium, dan desain menarik, Mazda 6e memperkuat posisi Mazda sebagai pemain serius di segmen mobil listrik Eropa.
Namun, belum ada informasi apakah Mazda 6e akan dipasarkan di negara lain, termasuk Indonesia. Lalu, apakah Mazda 6e akan dipasarkan di Indonesia? Mungkin saja. Mengingat beberapa mobil Mazda telah dipasarkan di Indonesia.



