TEKNOBUZZ — Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi ngaji.ai resmi bertransformasi dari aplikasi belajar mengaji menjadi pendamping ibadah harian yang dirancang agar lebih relevan dengan ritme hidup Muslim modern. Transformasi ini menjawab tantangan umum umat Muslim yang ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an, namun kerap terkendala kesibukan dan kebingungan menjaga konsistensi ibadah.
Berada di bawah naungan Vokal.ai, startup edukasi digital berbasis kecerdasan buatan, ngaji.ai kini telah digunakan lebih dari empat ratus tiga ribu pengguna, dengan sekitar tiga puluh sembilan ribu di antaranya berlangganan premium. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan pendamping ibadah yang terarah, praktis, dan kontekstual.
Fara Abdullah, Chief Business Development Officer Vokal.ai, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan fase penting dalam perjalanan ngaji.ai.
“ngaji.ai ingin tumbuh menjadi produk yang matang secara strategi, berdampak nyata dalam penggunaan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Kami ingin hadir bukan untuk menghakimi atau membebani, melainkan menemani secara perlahan, konsisten, dan relevan dengan kehidupan hari ini,” ujar Fara.
Perubahan signifikan terlihat dari pengembangan tampilan homepage dan hadirnya fitur baru seperti Sholat, Doa, Dzikir, serta Ikhtiar. Melalui fitur Ikhtiar, pengguna diajak memilih satu fokus amalan yang dibagi ke dalam tugas-tugas kecil selama tujuh hari, sehingga terasa lebih ringan dan realistis. Rata-rata waktu penggunaan harian pun mencapai lebih dari tujuh menit per pengguna, menandakan keterlibatan aktif dalam rutinitas ibadah.
“Ini bukan aplikasi yang dibuka sekali lalu ditinggalkan, Tapi, pengguna kembali setiap hari karena merasa ditemani. Pendekatan ini dinilai selaras dengan kebutuhan Muslim urban yang menginginkan ibadah terstruktur tanpa merasa terbebani,” kata Vanya Sunanto, COO Vokal.ai.
Pengalaman serupa dirasakan Verti Tri Wahyuni, momfluencer sekaligus pengguna lama ngaji.ai.
“Yang paling berat dari ibadah itu bukan niatnya, tapi konsistensinya. Ikhtiar di ngaji.ai bikin saya merasa tidak sendirian,” tutur Verti.
Kedepannya, tahun 2026 ini menjadi momentum ekspansi ngaji.ai melalui kerjasama strategis dengan institusi bisnis, pemerintah, hingga peluang masuk pasar Asia Tenggara. Selain fokus pada pengalaman personal, ngaji.ai juga memperluas dampak sosial lewat kolaborasi dengan RumahZakat dan berbagai institusi pendidikan.
“Menyambut Ramadan tahun ini, kami mengajak umat Muslim menjadikannya sebagai awal membangun kebiasaan ibadah yang konsisten. Karena kini, hidup lebih dekat dengan Al-Qur’an bisa dimulai dari satu ikhtiar kecil, langsung dari genggaman,” tutup Vanya.



