TEKNOBUZZ – Mazda resmi memperkenalkan SUV listrik terbarunya, Mazda CX-6e, di ajang Brussels Motor Show 2026. Mazda CX-6e menggunakan platform Changan EPA1, hasil kolaborasi Mazda dengan pabrikan otomotif asal China, Changan.
Strategi ini memungkinkan Mazda menghadirkan mobil listrik ke pasar dengan lebih cepat. Meski berakar dari teknologi China, Mazda menegaskan karakter berkendaranya tetap mengusung filosofi Jinba Ittai, yakni kesatuan antara pengemudi dan kendaraan.
Dari sisi performa, Mazda CX-6e dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 78 kWh. Tenaga disalurkan ke satu motor listrik di roda belakang dengan output 254 hp dan torsi 290 Nm.
Akselerasi 0–100 km/jam ditempuh dalam 7,9 detik. Sementara kecepatan puncak dibatasi di 185 km/jam, cukup ideal untuk SUV keluarga.

Untuk daya jelajah, Mazda mengklaim CX-6e mampu menempuh jarak hingga 483 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian Eropa. Soal pengisian daya, mobil ini mendukung fast charging DC hingga 195 kW, memungkinkan pengisian dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 24 menit.
Masuk ke interior, Mazda CX-6e tampil futuristik dengan layar besar 26 inci di tengah dashboard berdesain split screen. Hampir tidak ada tombol fisik karena sebagian fungsi dapat dikendalikan melalui gesture tangan.
Uniknya, panel instrumen digantikan oleh head-up display yang memproyeksikan informasi langsung ke kaca depan. SUV listrik ini juga menawarkan kabin lega berkat wheelbase 2.902 mm. Kapasitas bagasi mencapai 468 liter dan bisa diperluas hingga 1.434 liter saat kursi belakang dilipat.

Dari sisi keselamatan, Mazda CX-6e dibekali sembilan airbag serta sistem bantuan berkendara berbasis kamera dan radar. Mazda CX-6e dijadwalkan mulai dijual di Eropa pada musim panas 2026.
Harga resmi belum diumumkan, namun tersedia dalam tujuh pilihan warna, termasuk warna spesial Nightfall Violet yang tampil dinamis mengikuti cahaya. Mazda CX-6e saat ini baru ditujukan untuk pasar Eropa dan menjadi langkah penting Mazda dalam memperluas portofolio kendaraan listriknya.
Meski baru untuk Eropa, CX-6e sejatinya berbasis Mazda EZ-60 yang lebih dulu dipasarkan di China. Namun, belum ada informasi resmi dari Mazda apakah Mazda CX-6e akan dipasarkan di negara lain, selain negara Eropa, termasuk Indonesia.



