TEKNOBUZZ – Industri smartphone di Indonesia sepanjang 2025 mencatat dinamika penting di tengah pertumbuhan global yang mulai matang. Meski tantangan ekonomi dan permintaan perangkat baru cenderung stabil, konsumsi smartphone di Tanah Air tetap menarik perhatian pelaku bisnis, investor, dan pengamat teknologi. Analisa ini merangkum sepak terjang industri berdasarkan data riset Canalys, IDC serta hasil analisa, hasil wawancara Redaksi Teknobuzz ID dengan para pelaku industri smartphone, lembaga riset dan pengamat teknologi.
Berikut artikel Kaleidoskop 2025 yang membahas Sepak Terjang Industri Smartphone di Indonesia 2025 yang dirangkum Teknobuzz ID.
1. Tren Pertumbuhan Industri Smartphone 2025
Berdasarkan hasil riset International Data Corporation (IDC), pasar smartphone global, termasuk Indonesia diproyeksikan tumbuh secara stabil sekitar 1–2% di tahun 2025 setelah mengalami penurunan tajam pada masa pandemi dan pemulihan bertahap sejak 2023. Permintaan replacement (penggantian perangkat lama) menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan pasar perangkat pintar ini.
IDC juga mencatat peningkatan fokus pada smartphone dengan fitur AI dan 5G, sekaligus kenaikan average selling price (ASP) atau harga jual rata-rata perangkat.
2. Ketatnya Persaingan Brand Smartphone di Pasar Indonesia
Data riset Canalys menunjukkan bahwa Xiaomi berhasil menempatkan diri sebagai pemimpin pasar smartphone Indonesia di kuartal pertama 2025 dengan market share sekitar 19–21%. Kesuksesan ini dipicu oleh strategi distribusi yang kuat dan portofolio produk yang luas, mulai dari segmen terjangkau hingga menengah atas.
Di belakang Xiaomi, Transsion Group (Infinix/Tecno/itel) serta Samsung dan OPPO tetap menjadi pesaing utama. Transsion mencatat pangsa pasar signifikan sekitar 15–17%. Sedangkan Samsung juga mempertahankan posisi kuat berkat penjualan seri Galaxy A yang kompetitif di segmen menengah dan entry-level.
Sementara itu, Vivo tetap mempertahankan posisi di lima besar, meskipun pertumbuhannya tidak setinggi tiga brand teratas. OPPO mengalami perlambatan di sebagian segmen, khususnya perangkat entry-level, seiring meningkatnya persaingan harga.
Baca juga: Canalys: Xiaomi Pimpin Pasar Smartphone Indonesia Selama Q1 2025
3. Perubahan Preferensi Konsumen
Sebuah tren penting di pasar Indonesia adalah kekuatan segmen harga terjangkau (budget smartphone). Analisa pasar menunjukkan penurunan pada segmen menengah dan peningkatan permintaan di segmen di bawah Rp2 juta–Rp3,5 juta, terutama di wilayah urban dan semi-urban. Smartphone entry level ini kini menguasai pangsa besar karena konsumen makin sensitif terhadap harga dan fungsionalitas.
4. Peluang Bisnis dan Tantangan
Adopsi 5G terus meningkat walau masih belum sepenuhnya merata di seluruh Indonesia. Fitur AI generatif pada smartphone menjadi diferensiasi produk penting di kelas menengah ke atas. Sehingga membuka peluang bagi OEM untuk menambah nilai pada perangkat mereka.
Namun, tekanan inflasi global dan fluktuasi ekonomi membuat pertumbuhan volume smartphone cenderung moderat. Penurunan pertumbuhan di beberapa segmen juga mendorong vendor fokus pada strategi harga dan diversifikasi saluran distribusi untuk mempertahankan penjualan.
Kesimpulan
Industri smartphone di Indonesia pada 2025 menunjukkan persaingan yang semakin ketat, sekaligus peluang pertumbuhan yang substansial meskipun dalam pasar yang lebih stabil secara global. Xiaomi memimpin pasar nasional, sementara Transsion, Samsung, Vivo, dan OPPO terus bersaing ketat.
Permintaan kuat di segmen harga terjangkau, adopsi teknologi 5G dan AI, serta strategi distribusi yang adaptif menjadi faktor penting bagi bisnis smartphone di Indonesia. Dengan pertumbuhan moderat ini, pelaku industri dituntut untuk terus berinovasi demi memenangkan kepercayaan konsumen di pasar yang semakin matang.


