TEKNOBUZZ – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan Artificial Intelligence (AI) Talent Factory pertama di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan mencetak generasi talenta kecerdasan artifisial yang mampu menghadirkan solusi nyata sekaligus menciptakan produk AI karya anak bangsa.
Mengutip situs resmi Komdigi, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menekankan arti penting kehadiran program ini untuk kemandirian teknologi nasional.
“Hampir semua produk AI yang digunakan masyarakat saat ini berasal dari luar negeri. Padahal anak-anak muda Indonesia sebenarnya mampu membuat sendiri. Dengan program ini, harapannya kita tidak hanya menggunakan produk luar, tetapi juga memanfaatkan AI buatan anak bangsa,” ungkap Prof. Widodo dalam acara peluncuran Artificial Intelligence (AI) Talent Factory.
Kepala Badan Pengembangan SDM Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menyebut kebutuhan talenta digital Indonesia kian mendesak. Ia menyoroti adanya kesenjangan besar antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja digital.
“Kami menghitung kebutuhan talenta digital khususnya lima tahun ke depan hingga 2030. Kekurangannya mencapai sekitar 453 ribu per tahun. Paradoks ini menarik. Memang kita harus menggeser tenaga kerja dari blue collarmenjadiwhite collar,” ujar Bonifasius.
Baca juga: IASC Mampu Cegah Potensi Kerugian Scam Digital Hingga Rp4,6 Triliun
Lebih lanjut, Bonifasius menegaskan bahwa AI Talent Factory bukan sekadar pelatihan dasar, melainkan pembentukan talenta tingkat lanjut.
“Kami justru ingin memperpanjang runway hingga ke level AI practitioner dan specialist. Meskipun jumlahnya tidak banyak, mereka akan menjadi pengungkit perubahan bagi industri AI kita,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Said Mirza Pahlevi, menjelaskan metode pembelajaran yang diterapkan. Menurutnya, pendekatan ini menekankan kolaborasi serta penciptaan solusi nyata.
“Sekitar 50 persen kegiatan berupa diskusi dan brainstorming yang dibimbing pakar. Peserta juga melakukan eksplorasi mandiri untuk menghasilkan prototipe dan portofolio. Hanya sekitar 20 persen yang berupa pembelajaran mandiri,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, AI Talent Factory diharapkan mampu melahirkan use case solution dan intellectual property (IP)asli Indonesia. Program ini juga diproyeksikan menjadi model bagi pengembangan pusat-pusat talenta AI di berbagai daerah, guna memperkuat ekosistem digital nasional dan mempercepat lahirnya inovasi teknologi buatan dalam negeri.


